Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 30 May 2025 20:28 WIT

Klarifikasi Trigana Air Terkait Surat yang Beredar di Medsos


					Kepala Trigana Air Cabang Wamena, Michael Biduri saat memberikan klarifikasi terkait surat yang beredar di masyarakat umum lewat aplikasi medsos. (KabarPapua.co/Agris Wistrijaya) Perbesar

Kepala Trigana Air Cabang Wamena, Michael Biduri saat memberikan klarifikasi terkait surat yang beredar di masyarakat umum lewat aplikasi medsos. (KabarPapua.co/Agris Wistrijaya)

KABARPAPUA.CO, Wamena – Pihak Trigana Air Wamena memberikan klarifikasi terkait surat internal yang beredar di media sosial (medsos). Surat internal ini berkaitan dengan Pesawat Trigana Air tidak RON atau menginap di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikarenakan situasi dan kondisi keamanan pasca penembakan salah satu aparat kepolisian.

Menurut Kepala Cabang Trigana Air Wamena Michael Biduri, surat imbauan yang beredar tersebut merupakan surat yang bersifat internal di lingkungan kerja Trigana Air. Surat ini ditujukan kepada seluruh staf Trigana, termasuk pilot dan pramugari yang selama ini menginap di di mess atau hotel di Wamena.

“Sebenarnya surat tersebut hanya ditujukan secara internal di lingkungan kerja karyawan Trigana Air. Kami juga heran kenapa surat ini bisa beredar secara umum di masyarakat,” kata Michael kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat, 30 Mei 2025.

Menurut Michael, pihkanya bukan pertama kali mengeluarkan surat peringatan, tapi sudah beberapa kali. Bahkan, kata Michael, surat seperti ini sudah pernah dikeluarkan pada tahun 2019 lalu, tapi tidak heboh seperti saat ini karena tidak disebarluaskan ke medsos.

“Tujuan dikeluarkan surat ini, agar karyawan tak merasa bahwa perusahaan tak ada perhatian, melainkan dengan adanya surat ini sebagai tanda adanya perhatian perusahaan kepada karyawan,” jelas Michael.

Jadi perusahaan mengeluarkan surat peringatan ini, kata Michael, agar karyawan bisa savety dan menjaga diri, walapun pihak perusahaan juga tak mengharapkan adanya kejadian tak menyenangkan. Tapi paling tidak, sudah ada peringatan agar bisa menjaga diri.

Suasana ruang tunggu keberangkatan di Bandara Wamena masih berjalan seperti biasanya pasca kejadian penembakan. (KabarPapua.co/Agris Wistrijaya)

“Dalam sebuah perusahaan, hal itu normal terjadi. Namun yang sangat disayangkan, surat tersebut beredar di masyarakat, sehingga menimbulkan prasangka buruk atau penggiringan opini, yang sebenarnya tidak demikian,” terangnya.

Apalagi dalam surat tersebut, kata Michael, menggunakan bahasa-bahasa yang memang khusus dimengerti oleh karyawan. “Tetapi masyarakat tertentu malah menilai bahwa Trigana Air sudah tidak melayani penerbangan lagi di Wamena, padahal tidak demikian,” katanya.

Michael juga mengungkapkan, bahwa sebelum adanya kasus penembakan, memang pesawat Trigana Air setiap hari menginap di Bandara Wamena, termasuk para kru, pilot, dan pramugari menginap di mess dan hotel di Wamena. Tapi setelah penembakan, pesawat Trigana Air sementara waktu menginap di Sentani.

”Namun Trigana Air tetap melayani penerbangan seperti biasa, hanya saja jadwalnya diubah. Dimana yang biasanya jam setengah 8 berangkat dari Wamena ke Jayapura, diubah jadwal di jam 8 atau setengah 9 pagi dari Jayapura ke Wamena. Untuk penerbangan, tetap ada 3 kali penerbangan,” katanya.

Untuk itu, kata Michael, hal itu mereka lakukan semata-mata untuk mengamankan karyawan dan aset pesawat, agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Juga untuk pelayanan penerbangan tetap dilakukan seperti biasa, tetapi hanya megubah jadwal dan Ron Pesawat.

“Sebenarnya, bukan hanya pesawat Trigana Air saja melakukan hal seperti itu, tapi  pesawat lain pun melakukan hal yang sama. Mereka mengubah jadwal penerbangan dan Ron Pesawatnya,” terang Michael.***(Agris Wistrijaya)

Artikel ini telah dibaca 555 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ribuan Personel Meriahkan Natal Bersama Polda Papua di Auditorium Uncen

20 January 2026 - 09:39 WIT

Peringatan Keras Ketua Adat Lapago Kota Jayapura untuk TPN-OPM

19 January 2026 - 22:24 WIT

Tokoh Agama Papua: TPN-OPM, Hentikan Kekerasan terhadap Warga Sipil di Yahukimo

19 January 2026 - 15:48 WIT

Lapas Kelas IIA Abepura Tegaskan Layanan Pemasyarakatan Berjalan Baik

17 January 2026 - 18:23 WIT

Korban Perahu Ketinting di Asmat Ditemukan Tak Bernyawa

15 January 2026 - 16:55 WIT

Polsek Sota Dampingi Petani hingga Panen Jagung di Ujung Timur Indonesia

15 January 2026 - 10:54 WIT

Trending di PERISTIWA