Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 21 May 2025 07:23 WIT

Bupati Yapen Cek Kualitas dan Ketersediaan Beras di Bulog Serui


					Bupati Yapen Cek Kualitas dan Ketersediaan Beras di Bulog Serui Perbesar

KABARPAPUA.CO, Serui– Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy bersama Dinas Ketahanan Pangan melihat langsung ketersediaan beras di gudang BULOG. 

Bupati Benyamin sekaligus melihat kualitas beras yang akan disalurkan pada ASN di awal Juni mendatang. Beras yang akan disalurkan adalah hasil penggabungan beras luar negeri dan beras lokal.

“Ini adalah tanggungjawab bersama untuk memastikan ketersediaan beras ASN terpenuhi dan berkualitas baik. Produk hasil petani dalam negeri perlu diutamakan. Beras yang datang dari Makassar dan Jawa stoknya sudah sedikit dan agak lama. sehingga BULOG melakukan mixing antara produksi lokal dan luar negeri yang standarnya lebih baik.Harapannya, beras yang sudah melalui pengecekan dapat langsung disalurkan kepada ASN bulan depan,” jelasnya, Selasa 20 Mei 2025.

Bupati Benyamin bilang, pengecekan beras ke BULOG juga mengantisipasi angka inflasi di Kabupaten Kepulauan Yapen. 

Kepala Cabang BULOG Serui, Firmansyah menjelaskan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersedia di gudang BULOG Serui sebanyak 1.700 ton. CBP ini merupakan cadangan beras pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dan Waropen yang dipastikan stoknya aman untuk beberapa bulan ke depan .

“Upaya terukur mixing beras bertujuan untuk memenuhi preferensi konsumen yakni warga, ASN, hingga penyaluran beras bantuan,” ujarnya.

Sedangkan untuk penyaluran beras subsidi SPHP belum dapat disalurkan mengingat izin BAPANAS belum dikeluarkan. Untuk mengantisipasinya, BULOG mengadakan beras komersial dengan harga di bawah pasar yakni Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram.

“Harapannya upaya ini bisa membantu  mengintervensi sebelum dikeluarkannya izin beras SPHP dari BAPANAS,” jelasnya. *** (.Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Soroti Renovasi Sekolah yang Belum Rampung

23 January 2026 - 23:21 WIT

Pesan Penting Wabup Yapen saat Penyerahan DPA hingga SK Plt OPD

23 January 2026 - 15:55 WIT

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Tinjau Rumah Tak Layak Huni di Kandowarira

22 January 2026 - 22:01 WIT

Pengembangan Kakao, Petani Apresiasi Langkah Pemkab Kepulauan Yapen 

21 January 2026 - 22:13 WIT

TKG Belum Terbayarkan, Komisi C DPRK Kepulauan Yapen Gelar RDP 

21 January 2026 - 21:51 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

Trending di BISNIS