Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 12 Mar 2025 18:44 WIT

111 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Abepura Terima Remisi Idul Fitri


					Suasana Kantor Lapas Kelas IIA Abepura di Kota Jayapura, Papua. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Suasana Kantor Lapas Kelas IIA Abepura di Kota Jayapura, Papua. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Dalam rangka Idul Fitri, pemerintah pusat akan memberikan remisi atau pengurangan hukuman kepada warga binaannya. Remisi umum diberikan pada bulan Agustus saat HUT Republik Indonesia, sedangkan remisi khusus diberikan pada hari raya keagamaan seperti Natal, Idul Fitri, dan lainnya.

“Untuk tahun ini, kebetulan Lapas Kelas IIA Abepura memiliki 831 orang warga binaan, di mana 170 di antaranya beragama Muslim. Dari jumlah tersebut, 130 orang sudah memiliki hukum tetap dan 47 orang masih tahanan,” kata Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Badarudin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 12 Maret 2025.

Menurut Badarudin, dari 123 warga binaan yang memiliki hukuman tetap, sebanyak 111 orang memenuhi syarat administratif dan substantif mendapatkan remisi.

Kepala Lapas Kelas IIA Abepura Badarudin. (KabarPapua.co/Imelda)

“111 orang ini penuhi syarat administratif dan substantif, yaitu sudah miliki putusan pengadilan yang inkrah tanpa upaya hukum lagi dari terdakwa maupun jaksa. Mereka juga mengikuti seluruh rangkaian pembinaan spiritual dan hubungan sosial di lapas,” jelas Badarudin.

Badarudin juga mengatakan, remisi khusus pada Idul Fitri ini akan diberikan kepada warga binaan beragama Islam dengan besarannya mulai dari 15 hari hingga paling besar 2 bulan.

“Remisi ini sudah kami usulkan ke Jakarta pusat melalui sistem kemasyarakatan. Remisi berlaku untuk semua, tanpa diskriminasi, kecuali bagi hukuman mati atau hukuman khusus,” tambah Badarudin.

Dengan adanya remisi ini, kata Badarudin, diharapkan warga binaan dapat merasakan manfaat dari pengurangan hukuman sebagai bentuk apresiasi terhadap pembinaan dan perilaku baik selama di lapas. ***(Imelda)

Artikel ini telah dibaca 209 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Satgas Damai Cartenz Kantongi Identitas Pelaku Penikaman Tenaga Medis RSUD Dekai

24 October 2026 - 19:23 WIT

Lama Buron, DPO Penganiayaan Berat Ditangkap di Puncak Jaya

23 October 2026 - 21:19 WIT

Waspada! Kabut Asap di Jalan Salor Merauke Batasi Jarak Pandang Pengendara

22 October 2026 - 23:49 WIT

Kecelakaan di Sentani, Pengendara Kedapatan Bawa Airsoft Gun Replika M16

22 October 2026 - 23:35 WIT

Rangkul Suporter Persipura, Ditintelkam Polda Papua Perkuat Sinergi Kamtibmas

22 October 2026 - 23:10 WIT

BMKG: Kebakaran Hutan di Mappi Butuh Perhatian Khusus

22 October 2026 - 09:50 WIT

Trending di PERISTIWA