Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 1 Dec 2025 21:21 WIT

Wabup Yapen: Keluarga jadi Garda Terdepan Pencegahan HIV/AIDS


					Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, mengajak seluruh masyarakat memperkuat komitmen dalam penanggulangan HIV/AIDS. Foto: Ainun Faathirjal/Kabarpapua.co Perbesar

Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, mengajak seluruh masyarakat memperkuat komitmen dalam penanggulangan HIV/AIDS. Foto: Ainun Faathirjal/Kabarpapua.co

KABARPAPUA.CO, Serui– Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, mengajak seluruh masyarakat memperkuat komitmen dalam penanggulangan HIV/AIDS. Ajakan ini disampaikan dalam Renungan AIDS Nusantara Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari AIDS Sedunia, berlangsung di Alun-alun Serui, Senin 1 Desember 2025. 

Data dari Pemkab Kepulauan Yapen, hingga 30 September 2025, tercatat 2.962 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kepulauan Yapen. Angka ini menempatkan Yapen pada peringkat keempat di Provinsi Papua. 

“Ini adalah tantangan besar bagi kita semua pemerintah, tenaga kesehatan, mitra pembangunan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen bangsa,” kata Roi.

Wabup Roi menekankan perlunya memastikan layanan pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, dan pendampingan bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) tetap berjalan inklusif dan tanpa stigma. 

“Setiap orang berhak mendapat pelayanan kesehatan yang manusiawi. Kita harus menjaga Serui sebagai kota yang terus bertumbuh, bukan tempat berkembangnya HIV/AIDS,” ujarnya.

Wabup Roi juga mengajak keluarga sebagai garda terdepan pencegahan. Ia menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak serta perilaku berisiko di masyarakat. “Hati-hati bapak ibu, bahaya itu nyata ada di depan kita,” katanya. 

Dalam kesempatan itu, Wabup mengundang gereja dan para pemuka agama untuk mengambil peran aktif dalam mengedukasi jemaat di rumah-rumah ibadah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat menentukan keberhasilan menekan angka kasus di Yapen.

Roi berharap pada 2026 terjadi penurunan kasus berdasarkan data yang dapat dipantau bersama. Ia menekankan bahwa angka 2.962 bukan angka kecil dan harus menjadi alarm bagi seluruh masyarakat.

“Jika ada anggota keluarga yang terjangkit, jangan sembunyikan. Berikan dukungan agar mereka mau berobat. Mari kita bersama bergandengan tangan untuk memutus mata rantai HIV AIDS,” pesan Roi.  *** (Ainun Faathirjal) 

Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

KKST Kepulauan Yapen Perkuat Silaturahmi dan Galang Dana untuk Pekuburan Islam

14 September 2026 - 13:22 WIT

Sambut Harhubnas 2026, UPP Kelas II Serui Buka Gerai E-Pas Kecil bagi Nelayan

9 September 2026 - 21:11 WIT

Jalan Santai Berhadiah Warnai HUT ke-54 IKT Kabupaten Kepulauan Yapen

9 September 2026 - 14:03 WIT

Kasus Skabies di Serui Kota Menurun, Puskesmas Ingatkan Pentingnya Kebersihan

8 September 2026 - 00:33 WIT

Musim Kemarau, Debit Air Baku PDAM Kepulaun Yapen di Sumber Ansija Menurun

3 September 2026 - 14:44 WIT

Kebakaran Lahan di Pasir Hitam, Kodim Yawa dan Damkar Bergerak Cepat

1 September 2026 - 21:04 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN