Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 4 Feb 2025 19:58 WIT

Terungkap Modus Guru SMP di Jayapura Setubuhi Muridnya hingga 10 Kali


					Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Victor D Mackbon merilis perkembangan kasus persetubuhan siswa SMP oleh oknum guru. (Polresta Jayapura Kota) Perbesar

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Victor D Mackbon merilis perkembangan kasus persetubuhan siswa SMP oleh oknum guru. (Polresta Jayapura Kota)

KABARPAPUA.COKota Jayapura – Proses penyidikan kasus persetubuhan oleh guru terhadap siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, telah masuk tahap I.

Tahap ini menandakan berkas perkara tersangka FB diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Jayapura untuk diperiksa. Terungkap pula dari hasil pemeriksaan, persetubuhan terjadi sejak Agustus 2023 hingga Desember  2024.

Dalam rentan waktu tersebut, pelaku berinisial FB telah menyetubuhi dan mencabuli anak muridnya sendiri sebanyak sepuluh kali. Fakta ini disampaikan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Victor D. Mackbon dalam keterangan pers, Selasa 4 Februari 2025.

Victor bilang, perbuatan pelaku terhadap korban dilakukan diawali dengan ancaman. Dimana bila tidak dituruti maka korban akan dikeluarkan dari sekolah.

“Setiap mengawali perbuatannya, pelaku selalu mengancam korban bila tidak menuruti. Apalagi sampai diketahui orang lain maka korban akan dikeluarkan dari sekolah,” bebernya.

Victor menilai tindakan pelaku merupakan ancaman psikis terhadap korban. Atas tindakan tidak bermoralnya, FB terancam hukuman pidana 15 tahun penjara sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Perlindungan Anak

“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan dengan catatan tambahan yakni bila pelaku merupakan orang tua wali, tenaga didik atau tenaga pendidikan dan pengasuh, maka pidananya ditambah sepertiga dari ancaman hukuman yang diberikan kepadanya,” kata Victor. *** (Rilis)

Artikel ini telah dibaca 173 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Polres Mappi Bongkar Tempat Produksi Miras “Kaki Anjing”

30 April 2026 - 10:49 WIT

Kapolda Papua Tengah : Tak Boleh Ada Praktik Curang dan Intervensi

29 April 2026 - 16:08 WIT

Ajakan Tokoh Pemuda Jelang 1 Mei di Tanah Papua

29 April 2026 - 13:06 WIT

HUT ke-2 Polda Papua Tengah: Stabilitas Keamanan jadi PR Berat

29 April 2026 - 13:00 WIT

Pengendara Motor di Serui Masih Banyak Tak Pakai Helm

28 April 2026 - 21:19 WIT

Perkuat Akurasi Data, Lapas Nabire Lakukan Perekaman Biometrik Warga Binaan

28 April 2026 - 18:52 WIT

Trending di PERISTIWA