KABARPAPUA.CO, Jakarta– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi gelombang tinggi yang akan melanda sejumlah perairan Indonesia mulai 10 hingga 13 Maret 2026. Fenomena ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 95W di Samudra Pasifik Utara Papua.
Kehadiran Bibit Siklon Tropis 95W di koordinat 11.7∘ LU dan 139.7∘ BT memicu peningkatan kecepatan angin yang signifikan:
- Wilayah Utara: Angin bergerak dari Barat Laut – Timur Laut (5–20 knot).
- Wilayah Selatan: Angin bergerak dari Barat Daya – Barat Laut (6–30 knot).
- Area Angin Terkencang: Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Arafuru.
Ketinggian Gelombang
BMKG membagi wilayah terdampak ke dalam dua kategori berdasarkan ketinggian gelombang:
1. Gelombang Sedang (1,25 – 2,5 Meter)
Berpeluang terjadi di:
- Selat Malaka bagian utara & Laut Natuna Utara.
- Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung.
- Samudra Hindia selatan Banten hingga DI Yogyakarta & NTT.
- Laut Jawa (Barat, Tengah, Timur), Laut Flores, dan Laut Sumbawa.
- Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Banda.
- Laut Arafuru bagian timur.
2. Gelombang Tinggi (2,5 – 4,0 Meter)
Waspada ekstra untuk wilayah berikut:
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Bali, dan NTB.
- Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua (Papua Barat Daya & Papua Barat).
- Laut Arafuru bagian barat dan tengah.
Himbauan Keselamatan Pelayaran
BMKG menegaskan bahwa kondisi ini berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Mohon perhatikan batas aman armada berikut:
Peringatan: Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir sekitar area terdampak diminta untuk tetap waspada dan terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. *** (BMKG)

















