KABARPAPUA.CO, Kaimana – Masyarakat Kabupaten Kaimana yang hendak melaut, diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca, hingga kapasitas muatan dan kondisi alat transportasi yang akan digunakan.
Imbauan itu disampaikan Kepala BASARNAS Timika Melalui Komandan Pos SAR Kaimana, Silas Wopari, pada KabarPapua.co, lewat telepon selulernya pada Rabu, 21 Januari 2026.
Menurut Silas, pihaknya mengimbau kepada pengguna jasa transportasi laut dari dan ke Kampung, distrik dan Kabupaten Kaimana, para nelayan juga wisatawan untuk memperhatikan cuaca.
“Terutama mempertimbangkan kondisi muatan, baik barang dan penumpang, kondisi kapal perahu atau fiber dan kesiapan BBM. Juga mesin motor yang akan digunakan dan menghindari perjalanan di malam hari,” terang Silas.
Saat ini, kata Silas, kondisi cuaca maritim di perairan Kaimana, bahkan Papua Barat pada umunya, sangat ekstrim dengan adanya angin kencang yang mengakibatkan tingginya gelombang laut di perairan Arafura.
“Tinggi gelombang mencapai 2 hingga 4 meter selama bulan Desember 2025 sampai Januari 2026 sesuai data cuaca dari BMKG,” jelasnya.
Khusus perairan Kaimana, kata Silas, yang perlu menjadi perhatian karena rawan kecelakan adalah Pulau Venyu Adi Jaya, wisata Karawawi Distrik Buruwai, perairan Distrik Teluk Etna, Darmai (Nabima) hingga wisata Teluk Triton Namatota.
Putra asal Serui ini juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan Life Jacket jika ingin bepergian. Bukan hanya untuk para penumpang tetapi juga seluruh awak kapal wajib menggunakannya.
“Apabila mengalami musibah atau kondisi yang membahayakan jiwa manusia, segera lapor ke pihak berwajib, baik Pores melalui Polsek atau Pospol, juga Kodim melalui Koramil setempat dan atau ke BASARNAS melalui nomor telepon 115,” pesan Silas.***(Yosias Wambrauw)
























