KABARPAPUA.CO, Kaimana – Dua jalur di ruas jalan raya Utarum Kaimana, tepatnya dari kawasan Air Tiba hingga Bantemi, sedang dalam pengerjaan untuk peningkatan menggunakan aspal hotmix.
Proyek sepanjang 4.446 kilometer itu dikerjakan oleh PT Mandiri Cipta Kencana, salah satu perusahaan yang dikenal berpengalaman dan profesional di bidang pengaspalan jalan di wilayah Papua Barat.
Proyek ini menggunakan anggaran APBN melalui Program Inpres Daerah dan dipercayakan oleh Satker PJN V Fakfak kepada PT Mandiri Cipta Kencana, di bawah pimpinan James Fransiskus Thie.
Pelaksana proyek, Usi Rante Alo, saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa, 21 Oktober 2025 membenarkan jika perusahaan tempat dirinya bekerja sebagai pelaksana proyek yang bersumber dari APBN tersebut.
Usi juga menegaskan, pekerjaan ini dilakukan dengan mengutamakan kualitas serta keselamatan kerja.
“Jalan ini panjangnya sekitar 4 kilometer lebih, dengan lebar total 14 meter, masing-masing 7 meter di sisi kiri dan kanan. Ketebalan lapisan hot mix sesuai standar nasional, yaitu 4 sentimeter,” jelas Usi.
Proyek ini, kata Usi, menggunakan bahan material standar nasional yang didatangkan langsung dari Sulawesi dengan produksi material mencapai 328 ton per hari. “Diperkirakan rampung dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan,” katanya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Ruas Kaimana Tanggaromi, Satker PJN V Fakfak, Arafat mengakui jika selama bermitra dengan PT Mandiri Cipta Kencana hasil kerja selalu memuaskan dan berkualitas.
“Untuk waktu lama pekerjaan 86 hari kerja. Cuman dilihat dari progres pekerjaan insya Allah bisa selesai sebelum waktu jatuh tempo atau lebih cepat dari target, yakni 31 Desember 2025,” jelas Arafat saat dihubungi wartawan via seluler, Selasa, 21 Oktober 2025.
Menurut Arafat, PT Mandiri Cipta Kencana sudah berkiprah pada pekerjaan proyek infrastruktur jalan sejak tahun 2016 lalu, sehingga sudah terbiasa mengerjakan proyek-proyek nasional maupun daerah.
“Sejauh ini tidak pernah ada catatan buruk, karena tepat waktu dalam penyelesaian pekerjaan,” tutup Arafat. ***(Yosias Wambrauw)
























