Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 23 Oct 2025 19:19 WIT

Rakor Satgas Pangan Polda Papua Siapkan Langkah Strategis Kendalikan Harga Beras 


					Satgas Pangan Polda Papua saat menggelar rakor di Hotel Aston Jayapura. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Satgas Pangan Polda Papua saat menggelar rakor di Hotel Aston Jayapura. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan Pengendalian Harga Beras Tahun 2025 menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas wilayah untuk menyusun strategi pengendalian harga beras di Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Rakor berlangsung di Hotel Aston Jayapura, Kamis, 23 Oktober 2025 dan dihadiri perwakilan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog Papua, Dinas Pertanian dan Perdagangan dari tiga provinsi, serta para Kasat Reskrim dari wilayah masing-masing.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI untuk menstabilkan harga beras secara nasional, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Misi utama kami adalah memastikan seluruh beras Bulog sampai ke wilayah masing-masing dengan harga sesuai Harga Enceran Tertinggi (HET),” tegas Direktur Reskrimsus Polda Papua, Kombes Polisi I Gusti Gede Era Adhinata.

Era memaparkan sejumlah tantangan utama yang menyebabkan harga beras di Papua sulit menyesuaikan dengan HET, diantaranya adalah: ketergantungan pasokan dari luar Papua, seperti Jawa Timur dan Makassar.

Juga biaya logistik udara yang tinggi mencapai Rp1.000 per kilogram. Penurunan kuota kontainer pengiriman ke Papua. Ongkos kirim ekstrem ke daerah pegunungan seperti Wamena (Rp8.000–Rp9.000/kg) dan Pegunungan Bintang (hingga Rp18.000/kg).

“Mulai pekan depan, biaya angkut juga akan naik Rp2,5 juta per kontainer. Ini tentu akan berdampak langsung pada harga jual beras di masyarakat,” ujarnya.

Era menegaskan, Satgas Pangan akan melakukan intervensi langsung melalui distribusi beras Bulog ke seluruh wilayah. Seluruh Polres di jajaran Polda Papua akan dilibatkan dalam proses distribusi dari gudang Bulog hingga ke masyarakat.

“Bagi Polres yang belum memiliki gudang, akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penyediaannya,” jelas Era.

Era optimistis langkah ini akan menekan lonjakan harga dan mencegah kelangkaan beras di akhir tahun.

“Target kami dalam dua hingga tiga minggu ke depan, distribusi beras sudah menjangkau wilayah pegunungan, kabupaten, maupun pesisir, dengan harga sesuai HET,” pungkasnya. ***(Imelda)

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Emas Hijau dari Ujung Timur: Kisah Kopi Kasuari yang Menghidupi Petani Lokal

14 October 2026 - 19:03 WIT

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

14 October 2026 - 15:18 WIT

Layanan Terbaik, PLN Borong Dua Penghargaan Danantara Indonesia CX100 Award 2026

13 October 2026 - 22:16 WIT

PLTMH Anggi Pegunungan Arfak Sabet Penghargaan di ASEAN Energy Awards 2026

13 October 2026 - 15:13 WIT

Cuaca Buruk, Sejumlah Penerbangan dari Bandara Sentani Mengalami Keterlambatan

11 October 2026 - 20:15 WIT

Jejak Sang Pionir Perbankan Digital Menyapa Bumi Cenderawasih

10 October 2026 - 22:19 WIT

Trending di BISNIS