Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PUNCAK · 20 Apr 2026 17:56 WIT

PMI Terobos Daerah Konflik Bersenjata Puncak, Dirikan 2 Posko Darurat di Tengah Ketakutan Warga


					Ketua PMI Puncak, Elpina Kogoya saat bertemu dengan pengungsi di Puncak. Foto: Diskominfo Puncak Perbesar

Ketua PMI Puncak, Elpina Kogoya saat bertemu dengan pengungsi di Puncak. Foto: Diskominfo Puncak

KABARPAPUA.CO, Mulia- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Puncak dan PMI Kabupaten Puncak Jaya menerobos wilayah berdampak konflik bersenjata untuk memberikan bantuan bagi warga sipil. Tim yang dipimpin oleh Ketua PMI Puncak, Ny. Elpina Kogoya dan Ketua PMI Puncak Jaya, Nelson Wonda, tiba di lokasi terdampak pada Minggu 19 April 2026.

Rombongan menempuh perjalanan darat selama lebih dari 6 jam dari Mulia menuju ke dua kampung yang berdampak akibat konflik bersenjata, yaitu kampung  Tenoti Distrik Kembru dan Kampung Kumikomo, Distrik Megeabume, Kabupaten Puncak. Medan yang dilalui tergolong berat dengan kondisi jalan rusak dan kubangan lumpur yang dalam.

Kepala Kampung Tenoti, Danggi Walia menjelaskan konflik yang terjadi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Tercatat 10 orang meninggal dunia dan telah dimakamkan secara adat (kremasi). Mirisnya, salah satu korban adalah ibu hamil tua, sehingga bayi dalam kandungannya pun turut meninggal dunia.

“Selain korban jiwa, tiga orang dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian. Warga lainnya yang mengalami luka-luka telah dievakuasi ke RSUD Mulia,” ujar Danggi.

Ketakutan menyelimuti warga di Kampung Kumikomo (Distrik Mageabume) dan Kampung Tenoti (Distrik Kembru). Sebagian besar penduduk memilih mengungsi ke hutan atau kampung tetangga. Saat ini, tercatat sekitar 60 warga mengungsi di Kampung Manggaleme dan sekitar 100 orang di Kampung Tirineri, Distrik Yambi.

Setibanya di lokasi, Tim PMI mendirikan dua posko darurat, yakni di Kampung Tenoti (Distrik Kembru) dan Kampung Tirineri (Distrik Yambi),Kabupaten Puncak Jaya, karena sebagian warga dari dua kampung yang menjadi lokasi konflik ada mengunggi ke daerah ini. Tim yang terdiri dari dokter dan perawat ini langsung memberikan pemeriksaan kesehatan dan menyalurkan bantuan berupa sembako, biskuit, kopi, gula, serta tenda pengungsian.

Pengungsi di Puncak. Foto: Diskominfo Puncak

Proses penanganan sempat terkendala karena warga masih trauma dan bersembunyi di hutan. Namun, setelah berkoordinasi dengan kepala kampung, warga perlahan mulai berkumpul untuk mendapatkan pengobatan.

Salah satu warga, Mama Ita Walia berharap, pemerintah memberikan rasa aman kepada masyarakat setempat. “Kami hanya ingin tinggal dengan tenang di tempat kami sendiri. Kami mohon pemerintah datang lihat kami,” katanya dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata.

Ketua PMI Puncak, Elpina Kogoya tak kuasa menahan air mata saat melihat kondisi ibu-ibu dan anak-anak yang harus memikul ternak dan alat dapur sambil menggendong anak untuk menyelamatkan diri.

“Kami hadir agar mereka tidak merasa sendiri dalam suasana duka ini. Meskipun memiliki keterbatasan, PMI berkomitmen memberikan penanganan awal dan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan,” tegas Elpina.

Kehadiran tim PMI juga membawa obat-obatan dan sembilan bahan pokok, dan langsung membuka posko di kampung-kampung yang terkena dampak,sehingga masyarakat tidak merasa takut dan mereka bisa dilayani kesehatannya.

“saya sedih sekali,melihat warga disini, dampak dari komflik ini, mama-mama dan anak-anak yang menjadi korban,dalam perjalanan kami menemukan mama-mama mengungsi,membawa alat-alat dapur,ternak mereka,mama-mama pikul anaknya,mereka keluar dari kampungnya,mencari tempat yang lebih aman,karena mereka takut,sedih sekali,” katanya dengan meneteskan air mata.

PMI Puncak dan Puncak Jaya saat menembus daerah zona merah konflik bersenjata. Foto: Diskominfo Puncak

Dirinya baru kolabariosi pada Sabtu 18 April 2026 dengan PMI Puncak Jaya untuk memberi pertolongan kepada masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua PMI Puncak Jaya,Nelson Wonda menjelaskan warga terdampak konflik membutuhkan pertolongan, sehingga dirinya berharap agar semua pihak, segera membantu masyarakat yang terkena dampak.

“Kami akan buka posko di sini. Saya akan tingggal di sini, bersama beberapa tim, ada dokter dan perawat. Kami akan memberikan pertolongan bagi warga yang membutuhkan penangan lebih cepat,” katanya.

Dirinya berpesan, bahwa masyarakat setempat sudah bersatu dengan alam, sehingga jangan mengganggu masyarakat. “Mereka harus aman di alamnya, jangan buat mereka untuk pergi dari alamnya,” katanya. *** (Diskominfo Puncak)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Borong Dua Kategori, Ketua TP-PKK Puncak Raih Penghargaan Asia

18 April 2026 - 18:34 WIT

Pemkab Puncak Ingatkan Program Berdampak Nyata untuk Otsus 2027

17 April 2026 - 18:05 WIT

Restu Tokoh Adat Puncak Jadi Kado Pembangunan Pemerintahan di Distrik Gome

16 April 2026 - 16:03 WIT

Bupati Elvis Tabuni Ingatkan Skala Prioritas bagi Masyarakat pada Musrenbang Puncak 2027

14 April 2026 - 14:07 WIT

Kampung Binaan ‘Niniki Lambunik Eruwok’ Sujatinah Tabuni Berbuah Puspa Bangsa

14 April 2026 - 12:23 WIT

Langkah Maju Kabupaten Puncak, Bupati Pastikan Lokasi Perkantoran Terpadu di Gome

16 March 2026 - 10:42 WIT

Trending di KABAR PUNCAK