KABARPAPUA.CO, Merauke – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat kembali mewujudkan harapan masyarakat prasejahtera untuk mendapatkan akses listrik yang layak.
Dalam pernyataan tertulis Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIW Papua dan Papua Barat, Irfan Djabarkepada media Selasa, 21 Juli 2026, PLN secara resmi menyalakan sambungan listrik gratis bagi 38 rumah tangga yang tersebar di wilayah Papua Selatan melalui program Light Up The Dream (LUTD).
Program Light Up The Dream, merupakan wujud nyata kepedulian insan PLN. Dana penyambungan listrik ini berasal dari donasi sukarela para pegawai dan disalurkan khusus kepada warga kurang mampu yang selama ini kesulitan mendapatkan akses kelistrikan mandiri.
Dengan penyalaan di Papua Selatan ini, PLN UIW Papua dan Papua Barat mencatat pencapaian positif. Hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 3.034 keluarga prasejahtera di wilayah kerja PLN UIW Papua dan Papua Barat telah menerima manfaat dari program LUTD dan kini dapat menikmati terangnya listrik di rumah mereka.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur menjelaskan, program Light Up The Dreammerupakan inisiatif mandiri dari insan PLN yang lahir dari rasa empati mendalam untuk berbagi terang dengan sesama.
Menurutnya, kehadiran listrik 24 jam bukan sekadar memberikan penerangan, melainkan menjadi pendorong utama bagi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak serta kesejahteraan ekonomi keluarga prasejahtera di Papua Selatan.

“Kami berharap hadirnya listrik dari program LUTD ini dapat benar-benar meningkatkan taraf hidup 38 keluarga di Papua Selatan. Ini adalah wujud komitmen kami agar pemerataan energi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok Papua. PLN akan terus bergerak untuk menghadirkan terang bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Roberth.
Kebahagiaan mendalam turut dirasakan oleh Nengsih (43), salah satu warga penerima manfaat yang tinggal di JalanArafura Buti, Merauke. Sebelumnya, ia menceritakan perjuangannya mendapatkan akses listrik.
Keluarga Nengsih sempat menyambung aliran listrik dari tetangga, tetapi terpaksa terhenti karena suatu kendala. Sejak saat itu, untuk sekadar mengisi daya perangkat, ia hanya bisa bergantung pada alat tenaga surya hasil pinjaman dari saudara iparnya.
“Terima kasih. Selama ini sebelum PLN masuk ke rumah kami, kami memakai tenaga surya. Itu pun tidak sampai pagi, paling cepat hanya bertahan hingga jam 12, paling lambat sekitar jam 3. Ini sangat membantu sekali buat kami. Terima kasih, PLN,” kata Nengsih penuh haru.
PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus memastikan program-program kepedulian sosial seperti LUTD dapat berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dan kepedulian seluruh pihak, rasio elektrifikasi di tanah Papua diharapkan akan terus meningkat, menyentuh mereka yang paling membutuhkan, dan membawa senyum kebahagiaan di setiap rumah tangga. ***(Siaran Pers)


















