KABARPAPUA.CO, Serui – Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Serui, Suranta Sinuraya menegaskan, peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 menjadi momentum refleksi meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat, Senin, 27 April 2026.
Menurut Suranta, HBP ke-62 tahun ini mengangkat tema “pemasyarakatan kerja nyata, pelayanan prima”, sangat relevan karena menekankan pentingnya hasil kerja konkret yang dapat dirasakan langsung warga binaan, keluarga mereka, dan masyarakat.
“Ini bukan sekadar retorika. Kami dituntut tunjukkan perubahan nyata, bukan hanya laporan di atas kertas. Kami maknai HBP sebagai pengingat, tugas utama pemasyarakatan membina, bukan sekadar menahan. Tiap warga binaan diharapkan miliki keterampilan, mentalitas, dan harapan kembali ke masyarakat secara produktif,” jelasnya.
Dalam rangka HBP ke-62, kata Suranta, Lapas Kelas II B Serui melaksanakan berbagai kegiatan yang mengacu pada program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Di antaranya, razia dan tes urine serentak pada awal April sebagai komitmen jaga kebersihan dan integritas internal.
“Juga berpartisipasi kegiatan donor darah sebagai kepedulian sosial ke masyarakat. Program pembinaan produktif juga terus digencarkan, di mana warga binaan dilatih menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi. Seluruh petugas gunakan produk hasil karya warga binaan sebagai bentuk dukungan program Hari Cinta Produk Narapidana,” jelasnya.
Tak hanya itu, kata Suranta, pihaknya juga salurkan bantuan meja jualan pinang ke masyarakat, khususnya keluarga warga binaan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu tingkatkan perekonomian keluarga selama anggota keluarga mereka jalani masa pidana. “Ini wujud nyata kehadiran pemasyarakatan di tengah masyarakat. Kami ingin beri manfaat langsung,” katanya.
Salah satu penerima manfaat, Naomi Robaha, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. “Terima kasih atas perhatian dari Lapas Serui. Kami sangat senang, semoga meja ini bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Suranta juga mengakui tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas pemasyarakatan di wilayah kepulauan seperti Serui, terutama terkait keterbatasan akses dan sumber daya.
“Namun, hal itu tidak dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Justru di sinilah kreativitas dan komitmen kami diuji. Kami bekerja dengan apa yang ada, secara maksimal,” katanya.
Suranta menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tata kelola yang bersih, profesional, dan berintegritas. Petugas yang melakukan pelanggaran akan ditindak, sementara warga binaan yang berprestasi akan diberikan apresiasi.
Untuk itu, Suranta mengajak seluruh petugas untuk terus bekerja dengan integritas serta mengajak masyarakat untuk tidak memandang lapas sebagai tempat yang harus dijauhi.
“Kami bagian dari sistem yang bertujuan mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang berdaya dan bermanfaat. Kami terbuka untuk sinergi demi Serui yang lebih baik,” tutupnya. ***(Ainun Faathirjal)


















