Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 10 Jun 2025 23:52 WIT

Papua Tengah Gandeng UNICEF Tingkatkan Kualitas PAUD dan Literasi Sensitif Gedis


					Papua Tengah Gandeng UNICEF Tingkatkan Kualitas PAUD dan Literasi Sensitif Gedis Perbesar

KABARPAPUA.CO, Nabire – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat komitmen pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sejak usia dini melalui kemitraan strategis dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF). Fokus utama kolaborasi ini adalah pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan literasi dasar yang sensitif terhadap gender, disabilitas, dan inklusi sosial (Gedis).

Langkah ini diresmikan melalui Workshop Pengembangan Peta Jalan Pembelajaran Literasi Dasar dan PAUD Berkualitas Sensitif Gedis di Nabire, Selasa 10 Juni 2025.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Marten Ukago, menegaskan bahwa pembangunan SDM harus inklusif dan merata.

“Amanah Papua Tengah yang berdaya saing ini kami pertegas sebagai komitmen untuk memberikan hak yang sama bagi semua anak. Tidak boleh ada yang tertinggal—no one left behind,” tegas Gubernur.

Meki Nawipa menyebut bahwa Pemprov telah mendorong pendidikan gratis bagi semua anak dan akan mengambil alih pengelolaan SMA Meepago di Kimi untuk dijadikan sekolah unggulan.

Investasi Jangka Panjang untuk Anak Papua

Gubernur menekankan bahwa kolaborasi dengan UNICEF adalah kunci. Kemitraan ini tidak hanya menyasar pendidikan, tetapi juga sektor kesehatan, gizi, air bersih, sanitasi, dan perlindungan anak.

Dampak nyata dari program UNICEF telah terlihat di sektor numerasi. Data menunjukkan, persentase anak-anak kelas 2 dan 3 SD yang belum bisa membaca turun drastis dari 75% pada 2022 menjadi hanya 25% pada 2023.

“Kami siap mengalokasikan sumber daya yang ada untuk memperluas praktik-praktik baik yang sudah terbukti berhasil. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan Papua Tengah,” kata Gubernur.

Pemprov berharap kemitraan ini dapat diperluas ke seluruh delapan kabupaten di Papua Tengah, menjangkau anak-anak di wilayah pelosok Meepago. ** (Vero)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Percepat Transformasi Digital, Pemprov Papua Tengah Bagikan Laptop kepada Pelajar

21 January 2026 - 23:38 WIT

Ringankan Beban Ekonomi, Dinsos Dogiyai Serahkan Bantuan untuk Warga

20 January 2026 - 07:15 WIT

Wagub Papua Tengah Instruksikan OPD Kooperatif dan Transparan Hadapi Pemeriksaan BPK

19 January 2026 - 12:50 WIT

Papua Tengah Waspada Super Flu, Masyarakat Diminta Segera Lapor Jika Bergejala

14 January 2026 - 17:31 WIT

Fesmed I di Tanah Papua Dibuka, Pemprov Papua Tengah: Media Mampu Angkat Sisi Positif Daerah

13 January 2026 - 22:59 WIT

Sinergi dalam Doa: Potret Kebersamaan ASN Papua Tengah di Setiap Awal Bulan

13 January 2026 - 14:34 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH