Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 4 Feb 2026 22:51 WIT

Papua Selatan Alami Inflasi di Awal Tahun


					Gerakan Pangan Murah di Papua. Foto: BI Provinsi Papua Perbesar

Gerakan Pangan Murah di Papua. Foto: BI Provinsi Papua

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Provinsi Papua Selatan mengalami inflasi sebesar 1,06 persen(mtm) pada Januari 2026. Sedangkan lima provinsi lainnya di Tanah Papua secara bulanan mengalami deflasi.

BI Provinsi Papua mencatat inflasi di Provinsi Papua Selatan dikarenakan semakin menipisnya stok pangan lokal pasca HBKN Nataru dan ketidakpastian cuaca. 

Inflasi tahunan pada bulan Januari 2026 secara agregat menunjukkan adanya  peningkatan sebagai dampak dari low-base effect diskon tarif listrik di Januari 2025. Selain itu, gejolak  ketidakpastian global turut mendorong peningkatan harga emas. 

Perani di Papua. Foto: BI Provinsi Papua

Berdasarkan kelompoknya, inflasi pada bulan Januari 2026 disebabkan utamanya oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. 

Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan selama tahun baru seiring terbatasnya pasokan pangan lokal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono menyampaikan komoditas penyumbang inflasi di Papua Selatan didorong komoditas Ikan Mujair dengan andil sebesar 0,55 persen, emas perhiasan memiliki andil 0,22 persen, sayuran kangkung andil 0,10 persen, daging ayam ras andil 0,09persen dan bawang merah memiliki andil 0,06 persen.

Di sisi lain, komoditas utama penyumbang deflasi pada Provinsi Papua Selatan yaitu angkutan udara dengan andil sebesar -0,14 persen, diikuti dengan sawi hijau andil -0,06 persen, bensin -0,03 persen, buncis-0,03 persen dan wortel -0,02 persen.

Hasil pertanian warga Papua. Foto: BI Provinsi Papua

Guna menekan inflasi di wilayah kerja Papua dan Daerah Otonomi Baru (DOB), BI setempat menekankan perlunya keterjangkauan harga dengan  merekomendasikan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh wilayah kerjanya dengan penguatan sisi pasokan dengan harapan dapat meningkatkan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Kemudian melakukan identifikasi kelompok tani potensial untuk pemetaan ketersediakan pasokan komoditas di Provinsi Papua dan DOB. 

BI setempat juga telah menyalurkan bantuan sarana prasarana kepada salah satu kelompok tani di Kabupaten  Jayawijaya untuk menunjang distribusi hasil pangan dan keikutsertaan pada GPM.

Kemudian, untuk mendukung penguatan koordinasi dan sinergi TPID, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi bersama antara BI baik dengan pemerintah daerah untuk upaya pengendalian inflasi menjelang Bulan Ramadhan dan HBKN Idul Fitri 2026.  *** (Katharina)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Wujudkan Kemerdekaan Energi, PLN Resmikan Aliran Listrik 24 Jam di Kampung Sum Fakfak

30 July 2026 - 20:30 WIT

CIMB Niaga Hadirkan Pengalaman OCTO di Halte GBK dan Beragam Solusi Digital

30 July 2026 - 15:42 WIT

Sambut HUT Ke-81 RI, 1.203 Pelanggan di Tanah Papua Nikmati Promo Tambah Daya PLN

29 July 2026 - 20:22 WIT

Fit and Proper Test Komisaris dan Direksi Baru Bank Papua Masih Tertunda

29 July 2026 - 17:02 WIT

MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi

27 July 2026 - 13:03 WIT

13 Tahun Berteman Pelita dan Teror Hewan Liar, Rumah Karyo Kini Benderang Berkat Light Up The Dream PLN

25 July 2026 - 09:37 WIT

Trending di BISNIS