Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 27 Feb 2025 19:32 WIT

OJK Minta Perbankan di Papua Perkuat Literasi Keuangan Digital


					Kepala Bagian Pengawasan LJK OJK Papua, Yosua Rinaldy. (kabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Kepala Bagian Pengawasan LJK OJK Papua, Yosua Rinaldy. (kabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua meminta perbankan di tanah Papua agar gencar memperkuat literasi keuangan digital. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko keuangan seperti penipuan, phishing, dan lainnya. Sehingga pengembangan ekonomi digital dapat terwujud.

Menurut Kepala Bagian Pengawasan LJK OJK Papua, Yosua Rinaldy, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2024, indeks literasi keuangan di Papua sebesar 65,43 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 75,02 persen.

“Dengan data itu, masih banyak masyarakat Papua yang belum memahami produk keuangan digital. Oleh sebab itu, kami berharap perbankan terus melakukan edukasi terkait keuangan digital tersebut,” kata Yosua di Kota Jayapura, Papua, Rabu, 26 Februari 2025.

Yosua juga mengatakan, diharapkan perbankan melakukan inovasi berkaitan dengan edukasi keuangan digital karena situasi saat ini tidak bisa lagi bergantung pada dana pemerintah, melainkan bagaimana menghimpun dana dari masyarakat. “Penghimpunan dana tak bisa lagi gunakan cara tradisional, sehingga peningkatan digitalisasi keuangan ini penting dilakukan,” ujarnya.

Edukasi digitalisas, kata Yosua, harus diperkuat dengan penguatan sarana dan literasi karena akses sarananya belum sebaik di daerah lain. “Apalagi Papua sangat luas, dan ini menjadi tantangan bersama karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan literasi. Sehingga edukasi ini perlu dilakukan lagi,” katanya.

Yosua menambahkan, perbankan juga harus menjadi agen literasi keuangan dan tidak hanya mengenalkan produk-produk dari perbankan saja. “Edukasi ini penting memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang keuangan digital agar mereka dapat memanfaatkannya dengan baik dan aman,” tambahnya. ***(Imelda)

Artikel ini telah dibaca 210 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Wujudkan Operasional Hijau, PLN IP UBP Holtekamp Gelar Uji Emisi Kendaraan

3 August 2026 - 14:42 WIT

BI Papua-Pemkab Biak Numfor Siapkan Strategi Pengendalian Inflasi

3 August 2026 - 14:21 WIT

Mulai 1 Agustus, Harga Pertamax Turun

1 August 2026 - 17:46 WIT

Sagu Cooker Bellatrix Dorong Modernisasi Pangan Tradisional yang Menyelaraskan Asta Cita dan SDGs

1 August 2026 - 17:12 WIT

Wujudkan Kemerdekaan Energi, PLN Resmikan Aliran Listrik 24 Jam di Kampung Sum Fakfak

30 July 2026 - 20:30 WIT

CIMB Niaga Hadirkan Pengalaman OCTO di Halte GBK dan Beragam Solusi Digital

30 July 2026 - 15:42 WIT

Trending di BISNIS