Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 6 May 2026 06:48 WIT

Harga LPG Non-Subsidi di Papua Naik, Pertamina Pastikan Stok Terpenuhi


					Ilustrasi petugas LPG. Foto: Pertamina Perbesar

Ilustrasi petugas LPG. Foto: Pertamina

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Masyarakat di wilayah Papua, termasuk daerah pegunungan Papua, kini harus merogoh kocek lebih dalam. Terhitung sejak 18 April lalu, harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi mengalami penyesuaian harga sebesar Rp3.000 per kilogram.

​Kenaikan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan regulasi terbaru dalam Kepmen ESDM No. 28 Tahun 2021, fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang memicu penyesuaian harga di tingkat nasional.

Meski kenaikan rata-rata mencapai 13 persen, harga jual di tangan konsumen di tanah Papua sangat bergantung pada jarak distribusi.

​”Formulasinya adalah harga dasar nasional ditambah biaya transportasi bagi wilayah yang berada di luar radius 60 km dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE),” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, ditemui wartawan di Jayapura, Selasa 5 Mei 2026.

Sebagai contoh, untuk tabung 5,5 kg di Kota Jayapura dibanderol sekitar Rp147.000. Namun, untuk wilayah seperti Keerom atau Sarmi, terdapat tambahan biaya angkut berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000 per tabung.

​Stok Melimpah

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abba. Foto: Katharina/Kabarpapua.co

​Di tengah kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan pasokan akibat kenaikan harga, Pertamina memberikan kabar baik. Stok LPG untuk wilayah Papua saat ini berada dalam posisi sangat aman.

​Ketahanan stok tersedia hingga 47 hari ke depan dengan pasokan disuplai langsung dari Integrated Terminal (IT) Wayame dan IT Jayapura sebagai hub utama.

​​”Kita beruntung di Papua memiliki hub sendiri, sehingga proses distribusi bisa lebih cepat dibanding wilayah lain yang rantai pasoknya lebih panjang,” ujar Ispi.

​Menariknya, data realisasi menunjukkan adanya penurunan konsumsi sekitar 20persen sejak kebijakan kenaikan harga LPG diterapkan. Meski demikian, penggunaan LPG di sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka) serta pengguna tabung 50 kg cenderung tetap stabil. *** (Katharina)

Artikel ini telah dibaca 119 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Siap Jadi Hub Logistik Papua, Bandara Sentani Diperluas

30 September 2026 - 20:43 WIT

BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Hadirkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles

30 September 2026 - 19:24 WIT

Rayakan HUT ke-71, CIMB Niaga Anugerahkan Beasiswa S2 dan Apresiasi Jurnalis Terbaik Keberlanjutan

30 September 2026 - 17:47 WIT

Bulog Serui Pastikan Pasokan Minyakita Aman dan Kembali Tersedia

30 September 2026 - 15:57 WIT

Strategi Jitu Tekan Human Error dan Efisiensi Waktu Penggajian Perusahaan

30 September 2026 - 11:10 WIT

Pasokan Terbatas, Harga Telur di Serui Capai Rp90 Ribu Per Rak

29 September 2026 - 21:29 WIT

Trending di BISNIS