KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat sinergi dengan media di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) sebagai bagian dari upaya strategis meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Dalam kegiatan bertajuk Diskusi, Komunikasi, dan Kolaborasi Media yang digelar di Kota Jayapura, Rabu, 10 Desember 2025, LPS menegaskan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi akurat dan membangun kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III, Prayitno Amigoro, menyampaikan, perluasan mandat LPS pasca-terbitnya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) menuntut kolaborasi yang lebih erat dengan media.
“Media adalah mitra penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap stabilitas sistem keuangan. Kami ingin memastikan bahwa mandat baru LPS tersampaikan secara komprehensif dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Prayitno.
Prayitno menjelaskan bahwa sejak 2023, LPS tidak lagi hanya menjalankan fungsi paybox sebagai penjamin simpanan, tetapi juga berperan aktif dalam penanganan dan resolusi bank.
Dengan mandat baru sebagai loss minimizer hingga risk minimizer LPS kini menjadi garda depan dalam menjaga stabilitas sistem perbankan nasional.
LPS memberikan pemahaman mendalam tentang mekanisme penjaminan simpanan, syarat 3T (Tercatat, Tingkat bunga wajar, dan Tidak menyebabkan bank gagal), serta simulasi penanganan bank bermasalah.
LPS juga mengumumkan capaian luar biasa dalam cakupan penjaminan simpanan. Hingga Oktober 2025, sebanyak 99,94% dari total 672,98 juta rekening nasabah di seluruh Indonesia telah dijamin penuh oleh LPS jauh melampaui target minimum 90% yang ditetapkan undang-undang.
Di jelaskan khusus wilayah Papua, capaian ini bahkan lebih tinggi: Papua I (termasuk Kota Jayapura)99,96% dari 4,52 juta rekening dijamin penuh, sedangkan Papua II capai 99,97% dari 2,18 juta rekening dijamin penuh
“Artinya, hampir seluruh nasabah di tanah Papua bisa tidur nyenyak karena simpanannya dijamin negara. Ini adalah bukti nyata bahwa sistem perbankan kita sehat dan terlindungi,” tegas Prayitno.
Ia juga mencatat bahwa meskipun jumlah bank peserta menurun dari 1.736 pada 2021 menjadi 1.602 pada Oktober 2025, hal ini mencerminkan konsolidasi dan penguatan struktur perbankan nasional.
Pihaknya menekankan pentingnya peran media dalam menyebarkan edukasi publik, terutama di wilayah geografis yang luas seperti Sulampua.
“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut agar masyarakat semakin memahami manfaat penjaminan simpanan dan peran LPS dalam melindungi mereka,” ujarnya.

Komitmen Literasi Keuangan Lewat Kolaborasi Media
LPS menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat Papua melalui kolaborasi strategis bersama media.
Dalam kegiatan LPS Media Meet Up, LPS mengangkat tema “Diskusi, Komunikasi, dan Kolaborasi Media dalam Pengembangan Literasi Keuangan” sebagai bentuk sinergi untuk memperluas pemahaman publik tentang peran dan fungsi LPS.
Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III, Fuad Zaen, dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi pengambilan keputusan finansial yang bijak.
“Salah satu hal mendasar, pemahaman bahwa menabung di bank itu aman, karena simpanan dijamin oleh LPS di seluruh bank yang beroperasi di Indonesia,” kata Fuad.
Fuad juga mengatakan, media memiliki peran vital dalam menyampaikan informasi yang benar dan menangkal disinformasi di tengah masyarakat.
“Media adalah mitra penting dalam melindungi dan mengedukasi masyarakat. Melalui kolaborasi, kita bisa memperkuat pemahaman publik dan membangun kepercayaan terhadap sistem perbankan nasional,” katanya.
Dengan cakupan penjaminan yang hampir menyeluruh dan mandat yang terus berkembang, LPS menegaskan perannya sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia, termasuk di wilayah timur seperti Papua. ***(Imelda)
























