Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA · 2 Oct 2024 21:33 WIT

Komnas HAM Papua Sebut Ada Potensi Gangguan KKB Saat Pilkada 2024


					Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey saat keterangan pers. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey saat keterangan pers. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Provinsi Papua menyebut ada potensi kerawanan gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Pilkada 2024.

Potensi gangguan KKB terjadi di wilayah Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Tengah yang menjadi basis markas kelompok tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, Senin 30 September 2024.

Komnas HAM Papua mendorong penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak konstitusional warga negara pada Pilkada 2024. Selain hak untuk memilih, juga hak untuk dipilih dan hak untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pilkada.

“Komnas HAM Papua memberi perhatian terhadap pemenuhan hak pilih kelompok marginal rentan. Kami meminta para calon kepala daerah, tim sukses dan para pendukung calon kepala daerah mengikuti proses pilkada secara jujur, adil, serta menghindari politik transaksional,” ucapnya.

Frits mengajak masyarakat memilih calon kepala daerah (cakada) memiliki kesadaran tentang HAM. “Kepala daerah mengemban posisi strategis dalam mewujudkan kebijakan daerah terutama menempatkan kepentingan rakyat dan perlindungan HAM,” katanya.

8 Kriteria Calon Kepala Daerah Sadar HAM

Komnas HAM Papua telah menetapkan 8 kriteria calon kepala daerah sadar HAM. Kriteria tersebut diantaranya memiliki visi misi dan program kerja selaras penghormatan perlindungan dan pemenuhan HAM.

Kemudian memperkuat progran kerja pembangunan daerah yanh berspektif HAM inklusif dan berkelanjutan. Memiliki komitmen untuk memperkuat demokrasi, supremasi hukum, tata kelola pemerintahan yang baik, bebas dan tidak korupsi.

Selain itu juga memiliki komitmen untuk mengikuti proses pemilihan yang jujur, adil kedepankan visi misi. Lalu, program politik transaksional dan penggunaan  isu SARA.

“Jadi untuk memastikan jaminan keamanan dan penyelengara pemilukada, sehingga memungkinan setiap warga yang memenuhi syarat dapat menyalurkan hak konstitusionalnya secara aman dan damai. Hal ini agar mengikuti proses pilkada secara jujur adil,” ujarnya.

Frits menambahkan Komnas HAM Papua berkomitmen untuk melakukan pemantauan terhadap jalannya Pilkada 2024 di Tanah Papua. Hal ini dilakukan agar terwujud Pilkada yang inklusif, dan adil serta sejalan dengan prinsip-prinsip HAM. *** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 196 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

DPR Papua Ingatkan Pembahasan RPJMD 2025-2029 Berpihak pada Kepentingan Masyarakat

27 March 2026 - 23:53 WIT

Gubernur Papua: RUPS Bukan Sekadar Agenda Rutin

27 March 2026 - 23:33 WIT

Sosok Inspiratif Kemanusiaan, Glorya Stevany Wakili Papua di Pemilihan Putri Indonesia 2026

23 March 2026 - 12:36 WIT

Salat Idulfitri di Kota Jayapura, Ini Pesan Gubernur Papua

21 March 2026 - 12:54 WIT

Pemprov Papua Bagi-bagi Tiket Mudik Lebaran Gratis, Cek Rutenya

4 March 2026 - 18:06 WIT

Tuna Papua Tembus Amerika Serikat

27 February 2026 - 21:09 WIT

Trending di KABAR PAPUA