Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA SELATAN · 24 Sep 2024 22:19 WIT

Kejurprov Badminton se-Papua Digelar di Papua Selatan, 105 Peserta Unjuk Gigi


					Pembukaan Kejurprov Badminton se-Papua di Provinsi Papua Selatan. (KabarPapua.co/Abdel Syah) Perbesar

Pembukaan Kejurprov Badminton se-Papua di Provinsi Papua Selatan. (KabarPapua.co/Abdel Syah)

KABARPAPUA.CO, Merauke – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulu Tangkis atau Badminton se-Papua resmi digelar di Provinsi Papua Selatan.

Kejurprov bulutangkis se-Papua dibuka Penjabat Gubernur Papua Selatan melalui Staf Ahli, Wiliem Dacosta. Kejurprov bulu tangkis melibatkan 105 peserta yang terbagi 21 kategori.

Untuk kategori kelompok umur sebanyak 234 peserta. Ganda dewasa sebanyak 78 peserta. Veteran sebanyak 38 peserta. Lalu, ada kategori ibu-ibu sebanyak 55 peserta.

Ketua Umum Terpilih Pengurus Pusat  PBSI,  Komjen Pol Mohammad Fadil  Imran, M.Si meminta kepada pengurus cabang untuk memperbanyak kompetisi di tingkat daerah.

Kompetisi ini bertujuan untuk menjaring potensi dan bakat di daerah. “Pembinaan anak usia dini, remaja wajib digalakan di tingkat daerah, baik provinsi, Kota hingga Kabupaten.  Sehingga muncul potensi di tingkat daerah,” ujarnya.

Fadil meyakini dengan perbanyak kompetisi di daerah akan banyak bermunculan atlit-atlit daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Pembukaan Kejurprov Badminton se-Papua di Provinsi Papua Selatan. (KabarPapua.co/Abdel Syah)

Sementera itu, Ketua PBSI Papua Selatan, Frans Sinurat,  mengatakan cabang olahraga bulu tangkis di Papua Selatan terus digalakan.

Berbagai kejuaraan tingkat kabupaten belakangan ini terus dilakukan. Selain Merauke Open, ada juga Mappi Open, Asmat Open dan Boven Digoel Open.

“Ini kita harapkan, setiap tahun minimal setiap daerah menggelar kejuaraan. Ini sangat penting untuk mencari bibit-bibir usia dini yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut dia, pembinaan tingkat daerah juga perlu mengutamakan anak asli Papua. Tujuannya agar mereka bisa berkembang di cabang olahraga ini.  “Di beberapa daerah kita telah menggalakan pencarian atlet anak asli Papua, dan itu sangat baik,” katanya.

Ia menambahkan, kejuaraan provinsi merupakan kompetisi yang tertinggi bagi atlet di tingkat daerah. Dimana untuk mengukur kemampuan atlet di tingkat daerah. *** (Abdel Syah)

Artikel ini telah dibaca 206 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Bupati Jayawijaya Berikan Dana Pembinaan bagi Atlet Taekwondo yang Meraih Medali

29 October 2026 - 17:38 WIT

Rangkul Suporter Persipura, Ditintelkam Polda Papua Perkuat Sinergi Kamtibmas

22 October 2026 - 23:10 WIT

Ribuan Warga Serui Ramaikan Acara Kosong Tujuh Fun Run 2026 dan Hiburan Rakyat

19 October 2026 - 12:42 WIT

Ikatan Alumni SMAN 1 Serui 2007 Sukses Gelar Fun Run Rangkaian Dua Dekade

19 October 2026 - 11:35 WIT

Wabup Jayawijaya Lepas 18 Atlet Taekwondo ke Papua Open 2026

18 October 2026 - 22:29 WIT

Tanpa Biaya dari KONI, Atlet Sepatu Roda Papua Borong 18 Medali di Makassar

18 October 2026 - 20:40 WIT

Trending di OLAH RAGA