KABARPAPUA.CO, Papua Pegunungan– Ribuan masyarakat adat, tokoh agama, hingga anak-anak dari berbagai kampung di Papua Pegunungan menghadiri Natal bersama yang diselenggarakan Panitia Natal 2025.
Meski dihadapkan pada tantangan geografis dan keterbatasan akses, antusiasme warga mencerminkan semangat Natal yang inklusif dan mempersatukan. Suasana penuh sukacita dan khidmat sangat terasa.
Perayaan Natal di wilayah Papua Pegunungan menjadi bagian dari rangkaian peringatan nasional bertajuk “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”. Acara ini menjadi momentum penguatan iman sekaligus aksi sosial nyata bagi masyarakat di daerah pelosok.
Bantuan Titik Terpencil

Sebagai bentuk implementasi dari tema tahun ini, Panitia Natal Nasional menyalurkan bantuan infrastruktur dan edukasi di sepuluh titik terpencil di Papua Pegunungan. Bantuan yang didistribusikan meliputi paket pendidikan berupa radio pendidikan,
paket guru, dan paket untuk anak-anak. Lalu, untuk Kesehatan terdapat paket gizi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan bantuan panel surya sebagai solusi penerangan di wilayah yang belum terjangkau listrik maksimal.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait menyampaikan pemilihan Papua Pegunungan sebagai lokasi perayaan merupakan komitmen panitia untuk menjangkau seluruh pelosok Indonesia.

“Natal Nasional 2025 kami rancang agar tidak berhenti pada seremoni. Kehadiran Natal harus nyata, dirasakan oleh keluarga-keluarga di seluruh Indonesia, termasuk saudara-saudara kita di Papua Pegunungan,” ujar Maruarar.
Dia yakin melalui bantuan pendidikan dan gizi, panitia ingin menghadirkan harapan bagi masa depan yang lebih baik.

Secara keseluruhan, perayaan Natal Nasional 2025 juga mencakup program bantuan sosial berskala besar, di antaranya penyaluran 20 ribu paket sembako di sepuluh wilayah Indonesia, penyaluran bantuan pendidikan senilai Rp10 miliar untuk 1.000 penerima manfaat, di mana setiap individu mendapatkan Rp10 juta.
Perayaan Natal Nasional tahun ini dilaksanakan secara serentak di sepuluh titik kunci, mulai dari Toba, Nias, Mentawai, Kalimantan Barat, Toraja, Manado-Minahasa, Nusa Tenggara Timur, Ambon, Jailolo, hingga Papua Pegunungan. Seluruh rangkaian kegiatan ini mengedepankan nilai kesederhanaan dan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga Indonesia. *** (adv)
























