KABARPAPUA.CO, Kaimana – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin meluas, jajaran Polres Kaimana, Polda Papua Barat bersama Bupati Kaimana dan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Kabupaten Kaimana, menggelar Salat Istisqa atau salat minta hujan.
Pantauan KabarPapua.co, Salat Istisqa ini dimulai pukul 08.05 WIT di halaman apel Mapolres Kaimana, Sabtu, 10 Oktober 2026. Sholat sunnah untuk memohon diturunkannya hujan itu diikuti oleh personel TNI-Polri, aparatur sipilnegara (ASN), serta masyarakat umum.
Tampak hadir Bupati Kaimana Hasan Achmad, Kepala Kejaksaan Negeri Kaimana Budi Susilo, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kaimana, dan Ketua MUI Kabupaten Kaimana Ustadz M. Zein Farisa.
Bertindak sebagai imam adalah Ustadz Agus Darmaji, sementara khotbah disampaikan oleh Khatib Ustadz Wahyu Darisman.

Suasana Salat Istisqa di Halaman Apel Mapolres Kaimana, Sabtu 10 Oktober 2026. (KabarPapua.co/Yosias Wambrauw)
Pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan sebanyak dua rakaat. Pada rakaat pertama diawali dengan tujuh kali takbir, dan rakaat kedua lima kali takbir. Imam membacakan Surah Al-Fatihah dilanjutkan Surah Al-A’la pada rakaat pertama, serta Surah Ad-Dhuha pada rakaat kedua.
Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan khotbah dan doa bersama memohon agar kemarau dan kabut asap akibat Karhutla yang melanda Kaimana segera berakhir.
Kapolres Kaimana AKBP Satria Dwi Dharma mengatakan, Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual di tengah upaya fisik pemadaman Karhutla yang terus dilakukan.
“Semua itu kembali kepada Allah SWT. Tidak ada salahnya kita berikhtiar dan melaksanakan Salat Istisqa agar kondisi segera membaik dan hujan segera turun,” ujar Kapolres Kaimana usai salat. ***(Yosias Wambrauw)








