KABARPAPUA.CO, Nabire– Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu menanggapi isu dugaan diskriminasi dan intimidasi terhadap sejumlah pelajar yang menyampaikan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dirinya membantah adanya tindakan tersebut dan menegaskan kepolisian tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas, termasuk ketika menghadapi aspirasi yang disampaikan oleh kalangan pelajar.
Kapolres Nabire menjelaskan isu yang dimaksud berkaitan dengan penyampaian aspirasi dari pelajar setingkat SMA yang mengatasnamakan SPWP di Nabire yang terjadi pada September lalu.
“Polres Nabire benar-benar memberikan pelayanan terbaik kepada adik-adik tersebut. Kami tidak pernah membatasi aspirasi mereka, bahkan pada saat aspirasi, kami memberikan pelayanan pengamanan,” jelasnya, Senin 12 Oktober 2026.
Menurutnya, penyampaian pendapat tersebut juga disaksikan oleh Dinas Pendidikan setempat dan disikapi secara bijaksana.
”Saat aksi, ada Dinas Pendidikan. Kami duduk besama. Adik-asik tersebut juga duduk dan sama-sama melayani, mendengarkan apa yang disampaikan. Aspirasi lalu diterima oleh ibu kepala dinas (pendidikan). Semua berjalan baik hingg selesai. Maka, jika ada flyer yang beredar, maka itu adalah hoaks atau tidak benar,” katanya.
Dia mengajak semua pihak bijak menerima setiap pemberitaan informasi yang ada, dengan terus bergandengan tangan, jangan mudah terkecoh menjaga keamanan ketertiban di wilayah Nabire.
“Mari bersama menjaga keharmonisan situasi yang ada, menjaga stabilitas kamtibmas, dan menjaga situasi ini terus aman dan nyaman,” jelasnya. *** (Agis Pranoto)








