KABARPAPUA.CO, Nabire — Pihak Kepolisian Resor (Polres) Nabire memberikan klarifikasi terkait dugaan pemukulan dan penangkapan terhadap seorang warga. Dalam keterangannya, pihak kepolisian membantah telah melakukan pemukulan terhadap masyarakat.
Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Nabire, Kompol Henri Alfredo Korwa menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak kepolisian, tidak pernah menangkap masyarakat bernama Petrus Gobai, seperti yang diberitakan di sebuah media di Nabire.
Menurut Henri, dari kronologi yang disampaikan, Petrus diamankan oleh Ditsamapta Polda dikarenakan laporan masyarakat, bahwa ada pemuda yang mengkonsumsi minuman keras (miras) di sekitar taman, depan Kantor DPRProvinsi Papua Tengah.
Setelah adanya laporan itu, kata Henri, kemudian Petrus dititipkan ke Polres Nabire pada Rabu dini hari, sebab yang bersangkutan masih dalam kondisi mabuk. “Jadi kami keluarkan dan kembalikan ke keluarga hari Kamis pagi,” kata Henri saat memberikan keterangan pada Jumat, 9 Oktober 2026.
“Kami tegaskan, dalam tahanan juga tidak ada tindak kekerasan dan tidak benar kalau saudara Petrus keluar hanya menggunakan pakaian dalam, dan yang bersangkutan keluar pakai celana pendek,” kata Henri menambahkan.
Henri juga mengatakan, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) akan berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait beredarnya informasi mengenai dugaan pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terhadap Petrus.
Langkah koordinasi tersebut, kata Henri, dilakukan untuk memperoleh kejelasan mengenai peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat, sekaligus menghindari kesalahpahaman akibat penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
“Kami meminta untuk menghadirkan Petrus, namun katanya lagi sakit. Kami harus memastikan bagaimana kronologi awalnya dan memastikan surat-surat kepemilikan kendaraan yang dititipkan oleh Ditsamapta Polda di Polsek Nabire Kota, serta barang-barang milik yang bersangkutan,” jelasnya.
Adanya perbedaan keterangan antara pihak kepolisian dan masyarakat tersebut membuat kronologi kejadian perlu ditelusuri lebih lanjut. Sejumlah informasi, termasuk keterangan saksi dan bukti pendukung yang tersedia, diperlukan untuk membantu memperjelas peristiwa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Petrus belum hadir memberikan keterangan maupun klarifikasi mengenai persoalan tersebut. Upaya untuk memperoleh informasi yang berimbang masih terus dilakukan, guna memastikan pemberitaan sesuai dengan fakta di lapangan. ***(Agies Pranoto)








