KABARPAPUA.CO, Serui – Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Diaritz Felle memberikan penghargaan kepada Kepala Satuan Intelijen Keamanan (Satintelkam) Iptu Mardi dan sejumlah personel Satintelkam Polres Kepulauan Yapen pada Senin, 7 September 2026.
Penghargaan ini atas keberhasilannya melakukan pendekatan dan penggalangan terhadap masyarakat hingga menyerahkan tujuh senjata api (senpi) rakitan, 21 butir amunisi aktif, dan satu magazen kepada kepolisian.
“Penghargaan ini bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan keberhasilan personel Satintelkam Polres Kepulauan Yapen membangun komunikasi dan melakukan pendekatan secara persuasif dan humanis kepada masyarakat,” kata Diaritz.
Menurut Diaritz, upaya penggalangan yang dilakukan secara berkesinambungan tersebut membuahkan hasil. Sehingga sejumlah masyarakat yang sebelumnya memiliki pandangan berseberangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara sukarela menyerahkan senjata api rakitan dan amunisi kepada pihak kepolisian.

Diaritz menyampaikan apresiasi kepada Kasat Intelkam beserta seluruh personel yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Keberhasilan ini jadi bagian upaya kepolisian ciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Kepulauan Yapen,” terangnya.
Diaritz menegaskan, keberhasilan penggalangan masyarakat tidak semata-mata diukur dari penyerahan senjata dan amunisi, tetapi juga dari terbangunnya kepercayaan antara kepolisian dan masyarakat. “Ini langkah penting perkuat komitmen menjaga keamanan dan keutuhan NKRI,” katanya.
Diaritz berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga komunikasi dengan masyarakat, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas,” tutupnya. ***(Ainun Faathirjal)




















