KABARPAPUA.CO, Serui – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Serui menggelar Kampanye Keselamatan Pelayaran, sekaligus membagikan 100 unit jaket keselamatan (life jacket) secara gratis kepada 50 pemilik perahu dan speedboat di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Terminal Penumpang Pelabuhan Domine Izak Samuel Kijne, Serui, Selasa, 3November 2026, bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, khususnya operator transportasi laut, tentang pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.
Kepala Kantor UPP Kelas II Serui, Fathoni mengatakan, keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang harus menjadi perhatian seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pemilik kapal, operator, hingga masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Yapen merupakan wilayah kepulauan yang sebagian besar aktivitas masyarakatnya bergantung pada transportasi laut, baik untuk menghubungkan antarkampung dan antarpulau maupun menunjang kegiatan sosial dan perekonomian.
“Namun, aktivitas pelayaran juga memiliki risiko, seperti perubahan cuaca, gelombang dan arus laut, kondisi teknis sarana transportasi, kelebihan muatan, hingga kurangnya penggunaan perlengkapan keselamatan. Keselamatan bukanlah sesuatu yang dapat ditawar, melainkan kewajiban dan kebutuhan yang harus diterapkan setiap perjalanan,” jelas Fathoni dalam sambutannya.
Ia mengingatkan para pemilik dan operator speedboat agar selalu memastikan kondisi mesin dan sarana angkutan dalam keadaan baik, memperhatikan cuaca sebelum berlayar, mematuhi kapasitas penumpang, serta menyediakan dan menggunakan perlengkapan keselamatan, terutama life jacket.
Fathoni juga menekankan pentingnya kesiapan operator transportasi laut menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, ketika mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat.

Penyerahan bantuan jaket pelampung (life jacket) secara gratis kepada pemilik speedboat di Serui dalam rangka Kampanye Keselamatan Pelayaran oleh UPP Kelas II Serui. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)
Menurutnya, jumlah life jacket harus disesuaikan dengan jumlah penumpang yang diangkut. Operator juga diminta memastikan seluruh penumpang terdata dengan baik dan tidak memaksakan keberangkatan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.
“Lebih baik tidak berangkat daripada tidak kembali. Jangan pernah memaksakan perjalanan apabila keadaan tidak memungkinkan. Ingatlah bahwa keluarga kita menanti kepulangan kita,” pesannya.
Sambutan Bupati Kepulauan Yapen yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Oktovianus Ayorbaba, menyampaikan apresiasi kepada UPP Kelas II Serui atas pelaksanaan kampanye tersebut.
Ia menilai kegiatan ini penting dan strategis mengingat transportasi laut menjadi salah satu sarana utama yang menghubungkan wilayah antarpulau dan antarkampung di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Oktovianus mengingatkan, sejumlah kecelakaan laut yang pernah terjadi di wilayah Kepulauan Yapen harus menjadi pembelajaran bersama agar keselamatan pelayaran tidak lagi dianggap sebagai hal biasa, tetapi menjadi budaya dan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Ia juga menyampaikan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, pemilik kapal, operator pelayaran, nakhoda, dan awak kapal harus mengutamakan keselamatan dengan memastikan kelaiklautan kapal, ketersediaan perlengkapan keselamatan, serta kapasitas penumpang dan muatan sesuai ketentuan.

Berfoto bersama usai penyerahan bantuan jaket pelampung (life jacket) secara gratis kepada pemilik speedboat di Serui dalam rangka Kampanye Keselamatan Pelayaran oleh UPP Kelas II Serui. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)
Kedua, masyarakat pengguna transportasi laut diimbau untuk selalu memperhatikan keselamatan diri, mengenakan perlengkapan keselamatan, mematuhi arahan petugas, serta tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi cuaca tidak mendukung.
Ketiga, instansi terkait diharapkan terus meningkatkan koordinasi, pengawasan, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap transportasi laut.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan pelayaran semakin meningkat sehingga tercipta transportasi laut yang aman, nyaman, tertib, dan berkeselamatan.
“Mari kita bangun komitmen bersama dengan prinsip lebih baik mencegah daripada menyesali, dan lebih baik menunda pelayaran daripada mempertaruhkan nyawa,” tutupnya.
Melki Sedek Numberi, penerima bantuan sekaligus pemilik speedboat asal Kampung Serui Laut, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, khususnya Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Serui, atas bantuan jaket pelampung (life jacket) yang diberikan kepada masyarakat pengguna transportasi laut.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan keselamatan masyarakat yang beraktivitas menggunakan speedboat maupun perahu tradisional, mengingat kondisi laut yang terkadang tidak menentu dan berpotensi menimbulkan kecelakaan hingga korban jiwa.
Selain itu, ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait juga dapat memperhatikan kebutuhan para nelayan, khususnya bantuan perlengkapan penangkapan ikan. “Kami berharap dinas terkait dapat melihat dan memperhatikan kebutuhan para nelayan di Kabupaten Kepulauan Yapen,” terangnya. ***(Ainun Faathirjal)







