Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

RAGAM · 12 Nov 2025 10:40 WIT

KabarMakassar-BBC Training Jurnalis Sulawesi hingga Papua Kuasai Advanced Tracking AI


					Pelatihan advanced tracking AI untuk jurnalis Sulawesi, Ambon dan Papua di Makassar. Foto: kabarmakassar Perbesar

Pelatihan advanced tracking AI untuk jurnalis Sulawesi, Ambon dan Papua di Makassar. Foto: kabarmakassar

KABARPAPUA.CO, Makassar– Jurnalis di Sulawesi, Ambon dan Papua diberikan pelatihan Training Advanced Tracking AI. Pelatihan diselenggarakan KabarMakassar yang bekerjasama dengan BBC Media Action menggelar.

Kegiatan yang didukung  Pemerintah Inggris di Indonesia ini berlangsung 11-12 November 2025 di Hotel Harper Makassar. 

CEO Kabar Grup Indonesia, Upi Asmaradhana mengatakan training bertujuan agar para jurnalis dan media dapat memproduksi konten debunking mis/disinformasi dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, informasi yang massif saat ini membuat masyarakat hampir tidak bisa membedakan dan menyaring informasi bohong dan fakta sehingga teknologi AI mesti dimanfaatkan dalam melawan mis/disinformasi.

“Kita tahu saat ini AI sangat canggih dan semua orang menggunakan AI, hanya saja banyak yang menyalahgunakan teknologi ini sehingga kita harus memanfaatkan AI untuk melawan informasi hoaks,” katanya, Selasa 11 November 2025 saat pembukaan training.

Pelatihan advanced tracking AI untuk jurnalis Sulawesi, Ambon dan Papua di Makassar.
Foto: kabarmakassar

BBC Media Action, Pravita Kusumaningtias menjelaskan rendahnya literasi media di masyarakat membuat banyak orang terjebak pada informasi palsu hingga berujung penipuan seperti scamming.

Selain itu, kecanggihan dan kecepatan AI dalam memproduksi informasi membuat banyak orang tidak mampu membedakan informasi palsu dan fakta.

Menurutnya, setiap informasi yang diterima dapat mengubah perspektif setiap orang sehingga penting agar mereka mendapat informasi yang sesuai data dan fakta yang ada.

“Informasi yang diperoleh itu pasti mempengaruhi perspektif orang sehingga apabila kita mendapat informasi palsu maka tentu itu sangat berbahaya dan banyak kasus penipuan akibat informasi-informasi yang tidak benar dan tentu merugikan,” sebutnya 

Managing Editor Kompas.com, Heru Mardiyanto, salah satu narasumber dalam training itu memaparkan materi teknik fact-checking dan penerapan AI di ruang redaksi dengan memperkenalkan berbagai tools untuk mengecek konten dan informasi palsu yang beredar.

Berbagai tools gratis yang diperkenalkan untuk mendeteksi deepfake atau video AI, foto Ai, suara AI hingga informasi yang dibuat AI.

AI Expert, Luca Cada Lora memaparkan teknik dalam menggunakan AI, peliputan yang aman dan melakukan assesmen risiko yang efektif serta penggunaan AI yang bertanggungjawab.

Redaktur Pelaksana KabarMakassar, Ardiyanti juga turut memaparkan konten yang telah diproduksi menggunakn berbagai tools AI yang diproduksi dalam konten visual, slide, feature dan vox pop. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu memproduksi konten melawan mis/disinformasi dengan memanfaatkan tekonologi AI. *** (rilis)

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Alasan Kota Jayapura Jadi Salah Satu Wilayah Tujuan Promosi Wisata Malaysia

12 June 2026 - 15:15 WIT

Perkuat Promosi Visit Malaysia 2026 Lewat Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow

12 June 2026 - 13:03 WIT

Markus Marjunata Bantu Dana Perpisahan dan Penamatan TK Filadelfia Serui

30 May 2026 - 22:19 WIT

Kisah Sapi Roby dan Wujud Toleransi Beragama di Pemukiman Abepantai Kota Jayapura

26 May 2026 - 16:10 WIT

Perayaan HUT ke-41 GPI Papua: Gereja Teguh, Umat Tangguh

25 May 2026 - 23:43 WIT

Dihadiri Uskup Jayapura, Umat Jawa Katolik Rayakan Pentakosta: Merantau Tanpa Kehilangan Jati Diri

25 May 2026 - 22:14 WIT

Trending di RAGAM