Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 10 Dec 2025 02:22 WIT

Jelang Nataru, Polres Kepulauan Yapen Lepas 20 Ton Beras SPHP


					Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ardyan Ukie Hercahyo bersama jajaran forkopimda melepas truk pengangkut beras SPHP di Halaman Kantor Bulog Serui. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal) Perbesar

Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ardyan Ukie Hercahyo bersama jajaran forkopimda melepas truk pengangkut beras SPHP di Halaman Kantor Bulog Serui. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

KABARPAPUA.CO, Serui – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), sebanyak 4.634 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dilepas serentak di 42 kota/kabupaten di Papua raya pada Selasa, 9Desember 2025, termasuk 20 ton untuk Kabupaten Kepulauan Yapen.

Menurut Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ardyan Ukie Hercahyo, kegiatan ini merupakan agenda nasional yang diikuti secara terpusat dan dihadiri Menteri Pertanian, Wakapolri, pejabat utama Mabes Polri, serta para gubernur dari enam provinsi di Papua raya.

“Hari ini kita baru saja melepas khusus untuk Kabupaten Kepulauan Yapen sebanyak 20 ton. Penyaluran ini bagian dari target 150 ton yang akan dipenuhi hingga akhir Desember 2025,” jelasnya. 

Ardyan menjelaskan, beras SPHP akan disalurkan ke seluruh distrik sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Pihaknya memastikan stok beras untuk masyarakat Kepulauan Yapen aman dalam menghadapi perayaan Nataru.

“Polres Kepulauan Yapen bersama Bulog akan menyalurkan 20 ton beras SPHP ke semua distrik. Beras ini dijual dengan harga Rp65.000 per sak berisi 5 kilogram,” jelasnya.

Untuk wilayah yang jauh dari Kota Serui, terutama kampung-kampung pedalaman seperti Poom, Ansus, Raimbawi, dan Windesi, diberikan toleransi tambahan biaya sebesar Rp2.000. Sehingga harga maksimal beras SPHP di daerah terpencil Rp67.000 per 5 kilogram.

Ardyan menegaskan, bila ditemukan penjualan di atas harga tersebut, Polres Kepulauan Yapen bersama Bulog dan Satgas Pangan akan memberikan tindakan tegas. “Harga terjangkau, kami harap masyarakat sambut Nataru tanpa kuatir,” tutupnya. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 114 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Hari Ketiga Operasi Patuh Cartenz 2026, Polres Kepulauan Yapen Jaring 49 Kendaraan

29 October 2026 - 23:28 WIT

Yonif TP 909 KRP Pererat Silaturahmi dengan Jemaat Gereja Alfa-Omega Panduami

29 October 2026 - 22:45 WIT

Warga Sipil Ditikam di Dekai, Keterlibatan KKB Diselidiki

28 October 2026 - 20:31 WIT

Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolres Kepulauan Yapen Ajak Pemuda Jaga Persatuan

28 October 2026 - 19:57 WIT

Polisi Tangkap Terduga Penganiayaan Bule Belanda di Manokwari

28 October 2026 - 16:12 WIT

Sasar Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Waropen Gelar Operasi Patuh Cartenz 2026

27 October 2026 - 21:12 WIT

Trending di PERISTIWA