Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 12 Mar 2026 21:32 WIT

Jejak Pejuang Rupiah BI Pastikan Uang Layak Edar hingga Pelosok Papua saat Lebaran


					Pejuang Rupiah saat melayani warga pada penukaran uang layak edar. Foto: BI Papua Perbesar

Pejuang Rupiah saat melayani warga pada penukaran uang layak edar. Foto: BI Papua

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua membuktikan komitmennya bahwa Rupiah harus hadir di setiap jengkal tanah air, termasuk di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Sepanjang Februari 2026, BI Papua telah sukses menggelar tiga aksi Kas Keliling Luar Kota (KKLK) untuk memastikan masyarakat mendapatkan uang layak edar demi kelancaran ekonomi sehari-hari.
Deputi Direktur Bank Indonesia Papua, Warsono, menegaskan penyediaan uang Rupiah dalam jumlah cukup dan pecahan yang sesuai adalah prioritas utama, terutama menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Jejak Perjalanan Pejuang Rupiah

Perjalanan tim yang dijuluki “Pejuang Rupiah” ini tidaklah mudah. Mereka harus bertaruh dengan cuaca dan kondisi geografis yang menantang, mulai dari Kabupaten Waropen, Provinsi Papua pada 3-4 Februari 2026.  Tim mendarat di Bandara Botawa menggunakan pesawat caravan sebelum merapat ke Pasar Uri dan Bank Papua. Masyarakat menyambut antusias penukaran Uang Tidak Layak Edar (UTLE) menjadi uang baru yang segar.

Lalu, Pejuang Rupiah lainnya melakukan perjalanan ke Distrik Atsj, Asmat (3-4 Februari). Ini adalah salah satu misi tersulit. Tim menempuh dua kali penerbangan (Jayapura-Timika-Asmat), lalu menyambung perjalanan darat dan kapal melintasi sungai dari Agats menuju Distrik Atsj. Di tengah kelembapan tinggi wilayah rawa yang membuat uang mudah lusuh, BI memberikan edukasi khusus cara merawat uang agar tetap awet.

Pada 10-11 Februari) 2026, Pejuang Rupiah menyinggahi Wamena, ibu kota Provinsi Papua Pegunungan. Tim fokus menyediakan Uang Pecahan Kecil (UPK). Kelangkaan uang receh di pasar tradisional Wamena seringkali memicu kesulitan penentuan harga dan berdampak pada inflasi. Kehadiran BI diharapkan mampu menstabilkan daya beli masyarakat setempat.

Edukasi Cinta Rupiah

Tak sekadar menukar uang, Bank Indonesia juga menggencarkan kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Mengingat kondisi alam Papua yang unik, masyarakat diingatkan untuk menerapkan prinsip 5J dalam menjaga “wajah bangsa” pada lembaran Rupiah: Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, Jangan dibasahi.

Sementara, menjelang Idul Fitri, Warsono mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam berkonsumsi. “Kami berharap masyarakat berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar stabilitas harga tetap terjaga. Sinergi penyediaan uang tunai dan akselerasi pembayaran digital akan memperkuat kelancaran sistem pembayaran kita,” katanya. *** (Katharina/rilis)

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Strategi Cerdas Mengelola Payroll Perusahaan Secara Lebih Efisien

29 May 2026 - 18:34 WIT

PLN Bagikan 23 Hewan Kurban kepada 1.540 Penerima Manfaat di Tanah Papua

28 May 2026 - 19:49 WIT

Berbagi Berkah Iduladha, Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Salurkan Daging Kurban 

28 May 2026 - 18:06 WIT

PLN Indonesia Power UBP Holtekamp Tebar Kurban, Eratkan Silaturahmi dengan Warga

28 May 2026 - 12:43 WIT

Jelang Iduladha, Pertamina Patra Niaga Jaga Ketersediaan Minyak Tanah di Papua dan Maluku

26 May 2026 - 19:06 WIT

CIMB Niaga Syariah Salurkan Dana Kebajikan Rp737 Juta untuk Hewan Kurban di Seluruh Indonesia

26 May 2026 - 17:50 WIT

Trending di BISNIS