KABARPAPUA.CO, Wamena– Kabupaten Jayawijaya berhasil menjadi juara umum pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Amatir Piala Gubernur Papua Pegunungan Cup I.
Kejurda dilaksanakan sejak 3 – 10 Agustus 2026 halaman Gedung Sekolah Minggu GKI Betlehem, Wamena yang diikuti 132 atlet dari 8 kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.
Sebagai bentuk kebanggaan atas prestasi tersebut, para atlet bersama jajaran pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Jayawijaya menyerahkan Piala Gubernur Cup I kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Piala diterima oleh Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere di depan Kantor Bupati Jayawijaya, Rabu 12 Agustus 2026.
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere merasa bangga dengan prestasi yang diraih para atlet. “Atas nama pemerintah Kabupaten Jayawijaya, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh atlet yang berjuang dan berupaya keras hingga berhasil membawa Jayawijaya menjadi juara umum,” ujar Ronny.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi para atlet dan keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jayawijaya. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan pada masa mendatang.
“Para atlet tetap menjaga kesehatan dan terus berlatih karena ke depan masih banyak event yang akan diikuti, termasuk Pra-PON dan PON,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berkomitmen akan memberikan perhatian dan mendorong pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga. Menurutnya, potensi generasi muda Jayawijaya harus terus dikembangkan agar mampu bersaing dan membawa nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.
“Kita berharap ke depan Kabupaten Jayawijaya dapat kembali mengirimkan atlet-atlet terbaik untuk mewakili daerah, baik di cabang tinju, atletik, sepak bola maupun cabang olahraga lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian Pertina Kabupaten Jayawijaya, Jhon Hilapok menyampaikan, juara umum yang diraih dalam kejurda ini akan menjadi dorongan bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, serta semangat para atlet dalam menjalani latihan dan pertandingan.
“Keberhasilan ini tidak membuat para atlet cepat berpuas diri. Sebaliknya, prestasi sebagai juara umum harus menjadi motivasi untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih besar, termasuk ajang Pra-PON maupun PON,” katanya. *** (Agris Wistrijaya)


















