Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 6 Oct 2026 20:27 WIT

Hematology Analyzer Rusak, RSUD Serui Siapkan Penggantinya


					Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui di Kabupaten Kepulauan Yapen. KabarPapua.co/Ainun Faathirjal) Perbesar

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui di Kabupaten Kepulauan Yapen. KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

KABARPAPUA.CO, Serui – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Serui, Erends Ampasoi, memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah untuk mengatasi kerusakan alat Hematology Analyzer yang digunakan untuk pemeriksaan darah lengkap.

“Sambil menunggu pengadaan alat baru, RSUD Serui akan menggunakan alat pinjaman dari pihak ketiga. Hal untuk menjaga pelayanan pemeriksaan darah tetap berjalan,” jelas Erends saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 6 Oktober 2026.

Erends mengatakan, alat Hematology Analyzer lama yang selama ini digunakan RSUD Serui telah mengalami gangguan setelah bertahun-tahun beroperasi. Kondisi tersebut kemudian diperparah dengan ketidakstabilan pasokan listrik di rumah sakit.

“Alat kita yang lama sudah sekian tahun digunakan dan sudah terjadi error. Hasilnya perlu kami evaluasi, sehingga alat itu harus kami baca dengan benar. Sudah dilakukan kalibrasi dan pengecekan kembali fungsi alat,” ujar Erensds.

Menurutnya, alat tersebut masih sempat digunakan setelah dilakukan pemeriksaan dan kalibrasi. Namun, sekitar dua minggu terakhir alat tidak lagi dapat digunakan untuk pelayanan pemeriksaan darah lengkap.

Erensd menjelaskan, RSUD Serui sebenarnya telah melakukan proses pengadaan alat baru melalui mekanisme belanja pemerintah. Alat baru tersebut telah tersedia dan tinggal menunggu kelengkapan administrasi serta dokumen kontrak sebelum dikirim ke Serui.

“Berbagai upaya sudah dilakukan, mulai pengadaan alat baru melalui mekanisme E-Katalog, UPBJ, lelang hingga kontrak. Alatnya sudah ready, tinggal melengkapi administrasi dan dokumen kontrak,” katanya.

Untuk menjaga pelayanan kepada pasien tetap berjalan, RSUD Serui juga telah meminta bantuan perusahaan pihak ketiga yang selama ini bekerja sama dengan rumah sakit untuk meminjamkan alat sejenis.

Berdasarkan Surat Persetujuan Penempatan Alat pihak ketiga telah menyetujui penempatan satu unit Hematology Analyzer Sysmex XP-100 beserta kelengkapannya di RSUD Serui. Alat tersebut akan digunakan untuk menunjang pemeriksaan hematologi sambil menunggu alat Hematology Analyzer XN-330 yang baru tiba.

Erends mengatakan alat pinjaman tersebut telah dikirim dari Jayapura bersama teknisi dan diharapkan tiba menggunakan kapal pada 10 Oktober 2026.

“Saya sudah mengirim surat pernyataan bermaterai untuk meminjam alat. Jadi alatnya nanti tanggal 10, kapal yang balik ini, sudah dikirim dari Jayapura dengan teknisinya,” ujarnya.

Ia menegaskan, RSUD Serui terus berupaya agar gangguan peralatan tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan peralatan rumah sakit secara cepat.

“Keuangan kita ini sudah tidak bisa lagi otak-atik anggaran yang ada. Sudah sulit, karena banyak kebutuhan rumah sakit yang belum ter-cover. Kalau menggantikan yang lain, pasti akan mengganggu kegiatan yang sudah direncanakan,” jelasnya.

Terkait keluhan keluarga pasien mengenai pengambilan sampel darah menggunakan spuit yang disebut menyebabkan darah membeku sebelum sampai di laboratorium, Erends mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap mekanisme pelayanan tersebut.

Menurutnya, prosedur pengambilan darah di rumah sakit seharusnya menggunakan tabung yang telah disiapkan sesuai kebutuhan pemeriksaan.

“Saya akan panggil bidang pelayanan untuk dicek dan dipastikan, sehingga ke depan tidak terulang lagi kejadian yang sama apabila memang itu menjadi sebuah kesalahan,” katanya.

Erends menambahkan, pihak manajemen tidak dapat langsung menyimpulkan persoalan tersebut sebelum mengetahui kondisi dan penyebab sebenarnya di lapangan.

“Saya tidak tahu pembicaraan di lapangan seperti apa dan kondisi yang terjadi seperti apa. Perlu saya tahu dulu sebab akibatnya sehingga muncul seperti ini,” ujarnya.

Ia memastikan RSUD Serui akan terus melakukan pembenahan, termasuk meningkatkan pelayanan dan memastikan peralatan medis dapat digunakan secara optimal.

“Kami terus meningkatkan pelayanan rumah sakit. Harapan kita semua, peralatan rumah sakit bisa berjalan dengan baik, dokter bisa bekerja maksimal dan menggunakan peralatan yang baik,” pungkasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Serui, Erends Ampasoi saat ditrmui di ruang kerjanya. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

Daya Listrik Terbatas, RSUD Serui Segera Tingkatan Kapasitas

RSUD Serui tengah melakukan peningkatan kapasitas daya listrik dari 150 KVA menjadi 555 KVA untuk menunjang operasional berbagai peralatan medis.

Peningkatan daya tersebut dinilai penting menyusul kebutuhan listrik rumah sakit yang semakin besar dan kondisi pasokan listrik yang selama ini belum stabil.

“Kapasitas listrik yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh bangunan dan peralatan medis di rumah sakit,” jelas Erends.

Menurut Erends, dengan semakin banyaknya peralatan medis berkapasitas besar, RSUD Serui idealnya membutuhkan daya sekitar 500 hingga 600 KVA.

“Sementara kami masih jalan dengan 150 KVA. Sebenarnya rumah sakit sudah harus menggunakan 500 sampai 600 KVA. Jadi sekarang kami naikkan menjadi 555 KVA,” kata Erends.

Erends juga mengatakan, proses peningkatan daya tersebut sedang dilakukan dan ditargetkan dapat terealisasi pada bulan ini. Salah satu kebutuhan utama dalam proses tersebut adalah pemasangan transformator (trafo) yang saat ini masih dalam pengiriman.

“Kami upayakan untuk menaikkan daya. Dalam bulan ini harus sudah terpasang trafonya. Trafonya juga dalam pengiriman,” ujarnya.

Erends menjelaskan, kapasitas trafo yang tersedia sebelumnya hanya sekitar 100 KVA sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik gedung rumah sakit yang besar dan dilengkapi berbagai peralatan medis.

“Kami punya trafo yang 100 KVA tadi tidak bisa menjawab gedung besar ini dengan semua peralatan yang besar. Seharusnya sejak awal sudah tersedia listrik yang cukup,” katanya.

Menurutnya, keterbatasan daya listrik juga dapat berdampak terhadap peralatan medis, terutama ketika terjadi kondisi listrik yang mati dan menyala kembali secara berulang.

Ia mencontohkan kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap peralatan medis yang sebelumnya sudah mengalami gangguan, termasuk alat Hematology Analyzer yang digunakan untuk pemeriksaan darah lengkap. Meski demikian, Erends menegaskan manajemen RSUD Serui tidak tinggal diam.

Selain melakukan peningkatan kapasitas listrik, pihaknya juga berupaya memenuhi kebutuhan peralatan medis melalui pengadaan baru maupun kerja sama dengan pihak ketiga.

“Kami merasa ini penting. Apapun harus menambah daya sehingga peralatan medis yang besar semua dapat beroperasi dan kebutuhan pasien juga dapat terpenuhi dengan peralatan-peralatan yang menunjang pemeriksaan,” jelasnya.

Ia mengakui pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas listrik cukup besar. Namun, langkah tersebut dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kesehatan di RSUD Serui dapat berjalan secara optimal.

“Kami sudah siapkan pembiayaannya. Mudah-mudahan trafonya sudah masuk, berarti semua penggunaan alat-alat kesehatan yang selama ini tidak bisa digunakan karena daya listrik akan kami gunakan,” katanya.

Erends juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kendala pelayanan yang terjadi akibat keterbatasan fasilitas dan kondisi kelistrikan.

“Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat. Ini bukan disengaja dan tidak ada kepentingan apa pun di dalam upaya-upaya ini. Kami menyesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah yang terbatas,” ujarnya.

Ia berharap peningkatan daya listrik tersebut dapat segera selesai sehingga seluruh peralatan medis di RSUD Serui dapat beroperasi secara maksimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Lapas Kelas II B Serui Terima Bantuan Kebersihan dan Masker dari Pemkab Kepulauan Yapen

6 October 2026 - 20:47 WIT

Jelang Akreditasi, Bupati Kepulauan Yapen Minta RSUD Serui Benahi Manajemen dan Perizinan

4 October 2026 - 07:22 WIT

Inspektorat Kabupaten Kepulauan Yapen Ungkap Penggunaan Dana Otsus

3 October 2026 - 07:43 WIT

Kantor Kemenag Kepulauan Yapen Ukur Arah Kiblat Makam Islam Kandowarira

2 October 2026 - 21:22 WIT

Sopir Dump Truck Keluhkan Upah Angkut Material Proyek Serui-Papuma ke DPRK Kepulauan Yapen

1 October 2026 - 23:10 WIT

Alarm Pengelolaan Dana Desa di Yapen: 20 Kampung Masuk Pengawasan Ketat Inspektorat

1 October 2026 - 11:04 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN