Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR FREEPORT · 13 Apr 2024 17:57 WIT

Freeport Bangun Jembatan 36 Meter Permudah Akses Warga di Banti 1 dan Banti 2


					SVP Sustainable Development PTFI Nathan Kum mewakili Perusahaan pada sesi peletakan batu pertama pembangun jembatan.  Foto: PTFI Perbesar

SVP Sustainable Development PTFI Nathan Kum mewakili Perusahaan pada sesi peletakan batu pertama pembangun jembatan. Foto: PTFI

KABARPAPUA.CO, Tembagapura- PT Freeport Indonesia (PTFI) membangun jembatan penghubung antara Kampung Banti 2 ke Banti 1, guna memperlancar akses transportasi warga antarkampung, mempercepat pendistribusian hasil pertanian, dan mendekatkan akses warga terhadap fasilitas kesehatan dan air bersih.

Pada momentum HUT ke–57 PTFI, perusahan tambang emas ini berkeinginan masyarakat di sekitar area operasional merasakan manfaat nyata kehadiran perusahaan. Salah satunya membangun jembatan penghubung yang merupakan akses penting bagi warga Kampung Banti 2 dan Banti 1.

Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI Nathan Kum setelah Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Banti 2 ke Banti 1 menjelaskan pembangunan jembatan untuk masyarakat merupakan bagian dari MoU Program 3 Desa dengan masyarakat Banti. 

Suasana kegiatan peletakan batu pertama pembangunan jembatan penghubung Banti 2 – Banti 1, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Foto: PTFI

Spesifikasi jembatan meliputi panjang 36 meter, lebar 4,7 meter, dan kapasitas maksimum 35 ton. Pembangunan direncanakan tuntas pada awal 2025.

“Jembatan dibangun mengikuti standar aturan pemerintah. Jika sebelumnya sesuai dengan MoU Program 3 Desa, kapasitas jembatan hanya 10 ton tetapi aturan SNI saat ini minimal kapasitas jembatan ditingkatkan menjadi 35 ton,” katanya, Minggu 7 April 2024.

Dengan kapasitas yang lebih besar, lanjut Nathan, jika sebelumnya jembatan ini hanya bisa dilalui kendaraan kecil, nantinya jembatan baru bisa dilalui kendaraan besar seperti bus atau truk sehingga memudahkan akses transportasi untuk warga.

Hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan penghubung Banti 2 dan Banti 1 antara lain Vice president (VP) Papuan Affairs Division Soleman Faluk, Manager CLO Marthinus Badii, TE Community Affairs Kornel Gartner, para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kampung Waa Banti. Hadir pula perwakilan Kadistrik Tembagapura, Kapolsek Tembagapura dan Danramil Tembagapura bersama Satgas Tergelar (TNI/POLRI).

Berbagi di Gereja

Penyerahan simbolis 500 kursi lipat gereja dari PTFI kepada Ketua Klasis Waa Banti Pdt Kristian Jangkup. Foto:PTFI

Selain meresmikan pembangunan jembatan penghubung Kampung Banti 2 dan Banti 1, PTFI mengunjungi Gereja Jemaat Yerussalem Banti 2 yang baru selesai renovasi oleh PTFI bersama pemerintah desa setelah diterjang longsor beberapa waktu lalu. 

Di Gereja ini warga mengikuti perayaan ibadah syukur bersama dalam rangka HUT ke- 57 PTFI yang dihadiri oleh gabungan 5 Jemaat Gereja yang ada, diantaranya Jemaat Gereja Yerussalem Banti 2, Jemaat Gereja Betlehem Banti 1, Jemaat Gereja Sinai Opitwak, Jemaat Gereja Antiokia Kimbeli, dan Jemaat Gereja Pison Kimbeli.

PTFI menyerahkan bantuan 500 buah kursi lipat untuk Jemaat Gereja Yerussalem Banti 2 dan serta paket bahan makanan untuk warga.

“Terima kasih atas bantuan dan dukungan kepada masyarakat sehingga bisa menjalankan kehidupan dengan baik, terlebih lagi dengan bantuan berupa kursi lipat dan bahan makanan semoga bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Ketua Klasis Waa Banti Pdt.Kristian Jangkup.

Kristian mengatakan masyarakat Banti dan jemaat gereja turut merasakan kontribusi PTFI di dalam HUT ke-57 bersama masyarakat sekitar wilayah operasi tambang.

“Ini menjadi bukti tanda peduli PTFI terhadap masyarakat yang ada di sekitar wilayah operasi, terutama masyarakat 7 Suku,” tambah Pdt.Kristian.

Selain memulai pembangunan jembatan dan penyerahan fasilitas gereja, PTFI juga merevitalisasi beberapa titik di kampung Waa Banti, di antaranya pembangunan monumen di lapangan sekolah Banti, pemasangan tempat sampah portable di beberapa titik jalan, perbaikan selang air bersih, perbaikan akses jalan menggunakan pasir batu gravel, pengecatan halte bus Banti dan lainnya.

HUT PTFI diperingati setiap 7 April. Pada momentum HUT ke-57, mengangkat tema “Berkarya untuk Indonesia” sebagai komitmen serta keteguhan hati seluruh karyawan dalam memberikan karya terbaik bagi negeri. Operasi perusahaan yang dibangun di atas nilai-nilai Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence (SINCERE) diharapkan dapat terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia. *** (Rilis)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jurus Freeport Indonesia Menjaga Keanekaragaman Hayati di Papua

20 May 2024 - 23:33 WIT

Freeport Hijaukan Lahan Eks Tambang Grasberg Jelang Hari Lingkungan Hidup 2024

17 May 2024 - 16:26 WIT

10 Nakes Mimika Ikut Konferensi Internasional di Bali: Bukti Dukungan Freeport untuk Kesehatan

11 May 2024 - 21:15 WIT

Siswa PFA Binaan Freeport Perkuat Timnas U-16, Tanda Kebangkitan Sepak Bola Papua

11 May 2024 - 15:35 WIT

127 Peserta Ikuti Program Pelatihan di Institut Pertambangan Nemangkawi

5 May 2024 - 21:52 WIT

Karyawan Muda Freeport Edukasi Pelajar di Kampung Pesisir Mimika Soal Kesehatan

1 May 2024 - 17:49 WIT

Trending di KABAR FREEPORT