KABARPAPUA.CO. Nabire– Untuk pertama kalinya, Festival Media (Fesmed) pertama di Tanah Papua, kegiatan yang mempertemukan insan pers, praktisi media, dan masyarakat umum berlangsung di Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Pembukaan acara digelar di lapangan Kantor Gubernur Papua Tengah pada Selasa sore 13 Januari 2025. Acara yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Tengah, Tumiran, S.Sos., M.KP, yang mewakili pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Tumiran menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Ia mengingatkan agar media tidak hanya berfokus pada konflik, tetapi juga mengangkat sisi positif daerah.

“Media memiliki peranan yang sangat strategis dalam pembangunan daerah. Media bukan hanya menunjukkan konflik dan masalah, namun juga mampu menyampaikan inovasi dan potensi masyarakat suatu wilayah. Jadilah media yang profesional,” ujar Tumiran.
Perkuat Literasi Digital
Ketua Panitia Festival Media, Abeth Abraham You, menjelaskan esensi dari kegiatan ini adalah sebuah gerakan besar untuk memperkuat literasi digital masyarakat Papua di tengah maraknya disinformasi atau berita bohong.
“Festival ini bukan sekadar pameran teknologi. Kami bertujuan membekali keterampilan wartawan dalam liputan investigasi, keamanan digital, penggunaan Artificial Intelligence (AI), dan jurnalisme damai,” papar Abeth.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta para sponsor yang telah mendukung terlaksananya acara ini.

Festival media tahun ini diramaikan oleh lebih dari 50 jurnalis se-Papua Raya yang berasal dari berbagai platform, mulai dari media cetak, televisi, radio, hingga media daring. Selain insan pers, pembukaan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, mahasiswa, pelajar, hingga pelaku UMKM lokal yang turut memamerkan produk mereka.
Selama tiga hari ke depan, pengunjung tidak hanya disuguhi pameran media, tetapi juga dapat mengikuti berbagai lokakarya gratis, di antaranya pelatihan mobile journaling, teknik podcasting, serta pengenalan kecerdasan buatan atau AI.
Festival Media ke-1 Tanah Papua terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menjadi magnet bagi warga Nabire yang ingin mendalami dunia kreatif dan jurnalisme hingga hari penutupan nanti. ***(Agies Pranoto)
























