Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 18 Jun 2025 15:14 WIT

FABA PLTU Holtekamp untuk Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat


					Sepanjang tahun 2024 hingga Mei 2025, total 5.325 ton FABA berhasil diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan baku campuran untuk berbagai proyek infrastruktur dan produk bernilai tinggi, memberikan kontribusi signifikan bagi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Foto: PLN Perbesar

Sepanjang tahun 2024 hingga Mei 2025, total 5.325 ton FABA berhasil diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan baku campuran untuk berbagai proyek infrastruktur dan produk bernilai tinggi, memberikan kontribusi signifikan bagi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Foto: PLN

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– PT PLN (Persero) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Holtekamp kembali menunjukkan dedikasinya dalam pengelolaan dan pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), atau abu sisa pembakaran batu bara.

Sepanjang tahun 2024 hingga Mei 2025, total 5.325 ton FABA berhasil diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan baku campuran untuk berbagai proyek infrastruktur dan produk bernilai tinggi, memberikan kontribusi signifikan bagi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Manager PLTU Holtekamp, Hastrian Ade Putra menjelaskan, pentingnya batu bara sebagai energi primer dan bagaimana sisa pembakarannya dapat dikelola secara optimal.

“Batu bara adalah sumber energi utama yang memanaskan air menjadi uap untuk menggerakkan turbin di PLTU Holtekamp, menghasilkan listrik bagi masyarakat. Sisa pembakaran ini, yaitu FABA, kami kelola kembali untuk dimanfaatkan secara luas,” terang Hastrian.

FABA memiliki nilai ekonomis untuk dimanfaatkan oleh Masyarakat. Untuk kebutuhan konstruksi, FABA dapat digunakan sebagai bahan baku campuran beton, paving block, batako, pemecah ombak, dan lain-lain. Pemanfaatan pada sektor pertanian juga dimungkinkan sebagai bahan campuran pupuk dengan kandungan hara Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Silikon (Si).

Sepanjang tahun 2024 hingga Mei 2025, sebanyak 635 ton FABA digunakan untuk kebutuhan internal PLN, sementara 4.690 ton disalurkan kepada pihak eksternal seperti kelompok masyarakat dan instansi pemerintah. Beberapa diantaranya hasil olahan FABA yang dijadikan paving block telah disalurkan kepada masyarakat Kampung Holtekamp RW 04 sebanyak 500 buah, GKI Kanaan Perumnas IV sebanyak 10.000 buah, dan Pusat Studi Universitas Cenderawasih sebanyak 400 buah.

Sepanjang tahun 2024 hingga Mei 2025, total 5.325 ton FABA berhasil diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan baku campuran untuk berbagai proyek infrastruktur dan produk bernilai tinggi, memberikan kontribusi signifikan bagi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Foto: PLN

Penyaluran ini mendapatkan respon positif dari para penerima manfaat. Andarias Timisela, Panitia Pembangunan GKI Kanaan, mengungkapkan kepuasannya atas bantuan paving block hasil pengolahan FABA PLTU Holtekamp. “Puji Tuhan, FABA ini sangat bagus. Dari segi kerapian, hasilnya sangat memuaskan,” ujarnya.

Senada, Florianus Poling, Ketua RT 003/004 Kelurahan Yabansai Distrik Heram, menyoroti perubahan signifikan di lingkungannya. “Dampaknya sangat bagus. Sebelumnya, jalan di daerah kami becek dan kumuh. Setelah ada FABA dan paving block terpasang, kini menjadi rapi dan indah, menarik minat orang untuk melewati tempat ini,” jelasnya.

Pemanfaatan FABA secara gratis oleh masyarakat ini merupakan salah satu bentuk dukungan PLN dalam meningkatkan fasilitas umum dan menggerakkan ekonomi lokal. Farel Simamora, masyarakat Koya Timur, penerima bantuan pupuk olahan FABA, telah membuktikan bahwa FABA tidak berbahaya bagi lingkungan atau tanaman, bahkan dapat meningkatkan kesuburan tanah.

“Sejauh ini, FABA tidak berdampak buruk pada lingkungan atau tanaman. Tanaman tetap produktif dan terlihat subur,” ucapnya.

General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar menuturkan PLN sangat bangga melihat FABA PLTU Holtekamp semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Pihaknya terus mendorong inisiatif dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berkolaborasi dalam menciptakan produk bernilai tinggi dari FABA, sejalan dengan komitmen ESG.*** (siaran pers)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PT PLN IP UBP Holtekamp Laksanakan Apel Bulan K3 Nasional 2026

21 January 2026 - 23:16 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

PELNI Nabire Antisipasi Super Flu di Jalur Laut

19 January 2026 - 22:47 WIT

Program MBG Tingkatkan Ekonomi Peternak Ayam Lokal di Kepulauan Yapen

19 January 2026 - 20:21 WIT

Cafe Repot, Ruang Kreatif Anak Muda Yapen Berkonsep Kolaborasi Lokal

18 January 2026 - 19:08 WIT

Pelni Serui Layani 6.770 Penumpang Selama Mudik Nataru 2025-2026

15 January 2026 - 21:06 WIT

Trending di BISNIS