Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

RAGAM · 31 Oct 2025 14:45 WIT

Esai Foto: Jaga Tradisi dengan Energi Bersih untuk Gerabah Papua 


					Beatriks Felle, salah satu pengrajin gerabah di Kampung Abar Sentani. Foto: Katharina Lita/KabarPapua.co Perbesar

Beatriks Felle, salah satu pengrajin gerabah di Kampung Abar Sentani. Foto: Katharina Lita/KabarPapua.co

KABARPAPUA.CO, Sentani– Kampung Abar Sentani di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menjadi satu-satunya kampung penghasil gerabah di Tanah Papua.  Kampung Abar terletak di pinggiran Danau Sentani. Kampung Abar menyimpan tradisi yang sudah bertahan 17 generasi dalam pembuatan gerabah.

Kampung Abar, penghasil gerabah Papua berada di pinggiran Danau Sentani.
Foto: Katharina Lita/KabarPapua.co

Naftali Felle, Ketua Kelompok Pengrajin Gerabah Tradisional Titin Hidup menjelaskan gerabah menjadi warisan nenek moyang yang harus dilestarikan, baik itu pengetahuan dalam pembuatannya maupun penggunaan gerabah itu sendiri. Di masa lampau, pembuatan gerabah hanya dilakukan oleh laki-laki, di dalam ruangan tertutup dan tak boleh ada yang melihat.

Naftali Felle,Ketua Kelompok Pengrajin Gerabah Tradisional Titin Hidup di Kampung Gerabah Abar Sentani. Foto: Katharina Lita/Kabarpapua.co

Seiring berjalannya waktu dengan pembaruan masyarakat dari sejumlah suku di Kampung Abar, pembuatan gerabah saat ini justru lebih banyak dilakukan oleh kaum perempuan.

Gerabah yang dibakar dengan oven gas di Kampung Abar Sentani.
Foto: Katharina Lita/KabarPapua.co

Sebelumnya para pengrajin gerabah menggunakan kayu bakar untuk pembakaran gerabah, namun karena kayu bakar saat ini sulit ditemui dan berisiko merusak lingkungan, maka dilakukan peralihan ke oven gas.

Pemeriksaan tabung gas sebelum digunakan dalam pembakaran gerabah.
Foto: Katharina Lita/Kabarpapua.co

Keuntungan pembakaran gerabah dengan oven gas lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan kayu bakar. Apalagi oven gas memiliki suhu akurat dan konsisten hingga  menyebarkan panas yang merata dan menghasilkan pembakaran yang sempurna. 

Gerabah yang dibakar dengan oven gas di Kampung Abar Sentani.
Foto: Katharina Lita/KabarPapua.co

Pembakaran dengan gas menghasilkan energi karbon yang lebih rendah dibandingkan kayu bakar, sehingga ramah lingkungan. Penggunaan gas juga menghasilkan pembakaran lebih bersih dan tak terkontaminasi dengan abu dari kayu bakar.

Beatriks Felle dan Naftali Felle, pengrajin gerabah di Kampung Abar Sentani.
Foto: Katharina Lita/KabarPapua.co

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kisah Dwi, Merawat Cerita pada Seujung Jarum

12 January 2026 - 15:48 WIT

Kasih Natal Nasional untuk Papua Pegunungan

8 January 2026 - 22:19 WIT

Pesan Natal Paulus Waterpauw: Bersatu Bangun Papua di Era Prabowo

24 December 2025 - 17:35 WIT

Gema Natal dari Merauke Jadikan Keluarga Tempat Pertama Tumbuhnya Kasih dan Harapan

22 December 2025 - 23:14 WIT

Tebar Berkah, YBM PLN Sentuh Komunitas Muslim dan Mualaf di Lembah Baliem

18 December 2025 - 23:57 WIT

Kala Milenial Merawat Tradisi Port Numbay Lewat Goresan Pena dan Irama Rap

18 December 2025 - 23:45 WIT

Trending di RAGAM