Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR JAYAWIJAYA · 8 Jul 2026 13:36 WIT

Didampingi Kadis Pendidikan, Bupati Jayawijaya Langsung Memverifikasi Data Guru Honorer K2


					Bupati Jayawijaya Atenius Murip didampingi Kadis Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso menggelar pertemuan dengan para guru kontrak atau honorer kategori dua (K2). (KabarPapua.co/Agris Wistrijaya) Perbesar

Bupati Jayawijaya Atenius Murip didampingi Kadis Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso menggelar pertemuan dengan para guru kontrak atau honorer kategori dua (K2). (KabarPapua.co/Agris Wistrijaya)

KABARPAPUA.CO, Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip didampingi Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, menggelar pertemuan bersama para guru kontrak atau honorer kategori dua (K2) Kabupaten Jayawijaya di Kantor Bupati Jayawijaya, Wamena, Selasa, 7 Juli 2026.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk melakukan pengecekkan langsung terhadap data guru honorer K2, sekaligus memastikan seluruh tenaga pendidik masih aktif mengajar di sekolah masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Bupati Jayawijaya Atenius Murip memimpin langsung proses pendataan dengan memanggil dan mengabsen satu per satu guru honorer K2 yang berasal dari jenjang TK, PAUD, SD, SMP hingga SMA di 40 distrik se-Kabupaten Jayawijaya.

Menurut Atenius, pihaknya mengundang guru-guru honorer K2 untuk memastikan apakah mereka benar-benar masih aktif mengajar atau sudah tidak.

“Saya ingin melihat langsung kondisi mereka, berapa lama mereka mengabdi, apakah masih aktif, sudah pindah, atau bahkan ada yang sudah meninggal dunia,” terang Atenius kepada awak media usai kegiatan.

Dari hasil verifikasi itu, kata Atenius, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya menemukan sejumlah data yang perlu diperbarui.

“Beberapa nama yang masih tercatat sebagai guru honorer ternyata telah meninggal dunia, sementara sebagian lainnya diketahui sudah pindah daerah atau tak lagi menjalankan tugas mengajar,” kata Atenius.

Menurut Atenius, pembaruan data tersebut sangat penting agar data base tenaga honorer yang dimiliki pemerintah benar-benar akurat, terutama sebagai dasar dalam proses pengusulan status kepegawaian di masa mendatang.

“Jangan sampai data yang dikirim ke pemerintah pusat masih mencantumkan nama-nama yang sudah meninggal atau sudah tidak mengajar. Karena itu hari ini, kami melakukan pengecekan langsung agar data yang dimiliki benar-benar valid,” paparnya.

Bupati Jayawijaya Atenius Murip saat diwawancara. (KabarPapua.co/Agris Wistrijaya)

Atenius menjelaskan, hasil pendataan itu nantinya akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, guna memastikan jumlah guru honorer yang layak diakomodasi dalam berbagai skema pengangkatan sesuai kebijakan pemerintah, baik K2, PPPK, maupun mekanisme lainnya.

Selain melakukan verifikasi data, Atenius juga memberikan perhatian khusus kepada para guru honorer yang selama ini tetap setia mengabdi meskipun telah bertahun-tahun mengajar dengan berbagai keterbatasan.

“Dari hasil absensi diketahui terdapat guru yang telah mengabdi sejak tahun 2008, 2015, hingga 2016 dan masih aktif memberikan pelayanan pendidikan,” jelas Atenius.

Atenius juga mengatakan, mereka telah mengajar dengan penuh pengabdian. Ada yang sudah belasan tahun menjadi honorer dengan segala keterbatasan.

“Pemerintah tentu memberikan perhatian kepada mereka karena dedikasi itu sangat berarti bagi dunia pendidikan di Jayawijaya,” terangnya.

Atenius juga menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh tenaga pendidik, baik guru PNS maupun guru honorer, untuk tetap setia menjalankan tugas dalam mencerdaskan generasi muda Jayawijaya.

“Kalau guru-guru tak lagi memiliki semangat mengajar, maka masa depan sumber daya manusia kita akan terancam. Karena itu saya mengajak seluruh guru untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi masa depan anak-anak Jayawijaya,” katanya.

“Motto kita adalah hari esok harus lebih baik dari hari ini. Pendidikan Jayawijaya harus semakin baik, dan itu hanya bisa terwujud apabila semua pihak bersama-sama melakukan perbaikan dalam pelayanan pendidikan,” terang Atenius menambahkan.

Kadis Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso saat diwawancara. (KabarPapua.co/Agris Wistrijaya)

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Kabupaten Jayawijaya

Melalui kegiatan ini, Pemkab Jayawijaya berharap data tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya semakin tertib dan akurat. 

Sehingga kebijakan pengelolaan serta pengembangan tenaga pendidik dapat dilakukan secara tepat sasaran demi meningkatkan mutu pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Jayawijaya.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso mengatakan, mulai melakukan pendataan ulang terhadap tenaga guru kontrak kategori K2 sebagai bagian dari penataan tenaga non-ASN di lingkungan pendidikan.

“Sebanyak 278 guru kontrak menghadiri kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari guru jenjang TK, SD, SMP, hingga SMK,” jelas Kaleb usai pertemuan bersama para guru kontrak di Kantor Bupati Jayawijaya, Wamena.

Kaleb juga mengatakan, para guru kontrak tersebut selama ini masih menerima pembiayaan melalui anggaran yang dikelola dinas pendidikan, termasuk yang bersumber dari dana BOS sesuai ketentuan yang berlaku.

Kaleb menjelaskan, pendataan dilakukan untuk memastikan kondisi riil tenaga kontrak di lapangan. Pasalnya, terdapat sejumlah guru yang sudah meninggal dunia, berpindah ke daerah otonom baru, maupun tidak lagi aktif melaksanakan tugas mengajar.

“Pendataan ini penting karena ada guru yang sudah meninggal, ada yang pindah ke kabupaten baru, dan ada juga yang sudah tidak mengajar. Karena itu, kami akan melakukan rekrutmen sesuai kebutuhan riil di setiap sekolah. Mekanisme teknisnya akan kami atur lebih lanjut,” terang Kaleb.

Setelah proses pendataan selesai, kata Kaleb, hasilnya akan diserahkan kepada BKPSDM Kabupaten Jayawijaya sebagai instansi yang berwenang melakukan penataan tenaga non-ASN. “Selesai diverifikasi, kami serahkan ke BKPSDM untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya,” katanya.

Kaleb mengungkapkan, dari sekitar 600 tenaga kontrak kategori umum yang akan ditata oleh pemerintah daerah, kebutuhan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya diperkirakan mencapai sekitar 224 formasi atau sedikit di atas angka tersebut.

Menurut Kaleb, prioritas pendataan dan penataan menyasar tenaga kontrak yang direkrut pada tahun 2015, 2014, 2013, dan tahun-tahun sebelumnya.

“Sementara tenaga kontrak yang mulai direkrut pada 2016 hingga 2017 tidak termasuk dalam tahapan penataan tersebut karena mengikuti mekanisme yang berbeda,” katanya.

Terkait pembagian kuota bagi orang asli Papua (OAP), Kaleb menyebut proses rekrutmen akan dilakukan secara terpadu sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah, tanpa memisahkan kuota pada tahap pendataan.

Pemkab Jayawijaya berharap penataan tenaga guru kontrak ini dapat menghasilkan data yang akurat, sehingga kebutuhan tenaga pendidik di setiap satuan pendidikan dapat terpenuhi secara tepat dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat semakin optimal. ***(Agris Wistrijaya)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

TP PKK Jayawijaya – BGN Perluas MBG Sasar Ibu Hamil hingga Balita

2 July 2026 - 18:40 WIT

Biaya Masuk Siswa Baru di SMP Negeri 1 Wamena Bentuk Pungli dari Sekolah

2 July 2026 - 17:28 WIT

Kemenkes Tinjau RSUD Wamena untuk Lompatan Layanan Kesehatan Papua Pegunungan

30 June 2026 - 18:39 WIT

Bupati Jayawijaya Luncuran Noken Cenderawasih

26 June 2026 - 21:15 WIT

Bakar Semangat Kontingen Pesparawi Papua Pegunungan, Bupati Jayawijaya: Jaga Kekompakan

23 June 2026 - 16:11 WIT

Berhasil Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Jayawijaya Raih Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

23 June 2026 - 09:40 WIT

Trending di KABAR JAYAWIJAYA