KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura-Guna menjaga keandalan pasokan listrik di tengah ancaman cuaca ekstrem, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menerjunkan ribuan personel siaga selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi hal tersebut, PLN juga menyediakan 64 posko yang sebagian besar berada di unit pelayanan pelanggan di seluruh wilayah Tanah Papua.
Selain memastikan pasokan kelistrikan andal dirasakan oleh pelanggan, PLN juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi banjir atau imbas cuaca ekstrem lainnya yang mungkin melanda. Masyarakat dapat melaporkan serta meminta penghentian pasokan tenaga listrik sementara apabila menemukan adanya potensi bahaya listrik lainnya di sekitar rumah.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar menyampaikan bahwa seluruh unit tersebar di wilayah Papua telah bersiaga penuh guna memastikan keamanan jaringan kelistrikan khususnya menjelang momen perayaan natal dan tahun baru mendatang.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika diprediksi akan ada potensi cuaca ekstrem yang terjadi pada sebagian besar wilayah di Tanah Papua hingga penghujung akhir tahun, ditandai dengan curah hujan intensitas sedang-lebat disertai petir serta angin kencang. Kondisi alam yang saat ini cukup terbilang ekstrem dan berubah-ubah membuat semua personel PLN lebih waspada dan melakukan langkah-langkah mitigasi lapangan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan peralatan kelistrikan. Jika melihat adanya potensi bahaya kelistrikan lainnya di lingkungan sekitar rumah seperti pohon yang mendekati jaringan atau berisiko roboh, mohon para pelanggan dapat segera menginformasikan ke tim PLN agar langsung dilakukan tindakan,” ujarnya.
Diksi juga menjelaskan beberapa tips penggunaan listrik yang aman saat cuaca ekstrem. Jika hujan lebat berlangsung terus menerus dan membuat air meluap hingga area rumah, pelanggan diminta untuk segera matikan listrik melalui Miniature Circuit Breaker (MCB) kWh Meter. Kemudian mencabut peralatan elektronik dari stop kontak dan segera pindahkan ke tempat yang aman serta tidak terjangkau air. Saat melakukan aktivitas tersebut, pastikan kedua tangan atau tubuh dalam kondisi kering.

“Dalam kondisi tersebut potensi risiko terjadinya korsleting listrik, tersengat listrik dan berbagai bahaya lain yang terkait dengan jaringan kelistrikan menjadi semakin tinggi. Kami berharap dengan adanya imbauan ini, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, sehingga dapat terhindar dari bahaya yang tidak diinginkan. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dan keamanan dalam penggunaan listrik, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” papar Diksi.
PLN terus berupaya memastikan pasokan listrik untuk pelanggan tetap andal dengan melakukan berbagai langkah antisipasi dalam menghadapi cuaca ekstrem seperti saat ini. Namun, apabila di kemudian hari terjadi gangguan yang tidak dapat dihindarkan, pelanggan dapat segera menghubungi Contact Center PLN (kode area) 123 atau melakukan pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh di Google Playstore dan Appstore.
“Keselamatan pelanggan menjadi hal yang utama bagi PLN sehingga segera lakukan langkah tersebut agar terhindar dari potensi bahaya listrik. Tingkatkan kewaspadaan saat hujan lebat terjadi dan berpotensi banjir,” pungkas Diksi. *** (rilis)
























