Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 13 Nov 2025 14:21 WIT

Cahaya Terang Hadir di Tengah Keluarga Nelayan di Manokwari


					Setelah mendapatkan bantuan pasang baru listrik, anak La Haidi bisa belajar dengan nyaman bersama ibunya saat malam hari. Foto: PLN Papua Perbesar

Setelah mendapatkan bantuan pasang baru listrik, anak La Haidi bisa belajar dengan nyaman bersama ibunya saat malam hari. Foto: PLN Papua

KABARPAPUA.CO, Manokwari– Raut wajah haru terpancar jelas dari La Haidi (49) yang akhirnya dapat menikmati listrik di rumahnya. Setelah bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang keterbatasan penerangan, kini pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan di pesisir Kabupaten Manokwari diselimuti rasa bahagia karena meteran listrik berdaya 900 VA telah terpasang di dinding rumah sederhananya. 

Jauh dari kata mudah, pria berdarah Buton yang hidup bersama istri dan anak-anaknya tersebut harus menelan kenyataan pahit saat rumahnya ludes terbakar empat tahun silam. Sejak saat itu, mereka terpaksa hidup menumpang di atas tanah milik orang lain dengan kondisi harus berbagi sebuah meteran listrik bersama belasan rumah tangga lainnya. 

“Dulu kami gunakan satu meteran listrik itu untuk 18 KK (rumah). Penggunaan kita itu sangat terbatas. Kami suka khawatir kalau harus pakai alat listrik jadi harus gantian,” ungkap La Haidi.

Kini, melalui sinergi Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) La Haidi menjadi salah satu dari 100 penerima bantuan pasang baru listrik (BPBL) di wilayah Provinsi Papua Barat. Bantuan ini tidak hanya menghilangkan beban biaya pemasangan, tetapi juga memberikan kepastian daya yang stabil dan mandiri.

“Ini bisa menjadi harapan untuk keluarga saya. Anak-anak bisa belajar dan banyak hal bisa dilakukan malam hari. Kalau ada uang, harapan saya bisa beli kulkas atau _freezer_ untuk simpan ikan hasil tangkapan sehingga kalau dijual ke pasar ikan tidak rusak. Terima kasih pemerintah dan PLN telah peduli pada hidup kami,” ujar La Haidi.

Program BPBL adalah prioritas Kementerian ESDM untuk mewujudkan keadilan energi. Program ini juga merupakan bagian dari upaya nasional untuk mencapai target 215.000 sambungan rumah tangga pada tahun 2025. 

a Haidi, seorang nelayan di pesisir Kabupaten Manokwari yang mendapatkan bantuan pasang baru listrik gratis (BPBL) dari Kementerian ESDm dan PT PLN (Persero).. Foto: PLN Papua

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menjelaskan bahwa PLN siap menghadirkan energi untuk semua, tanpa terkecuali. Dia menambahkan bahwa akses listrik harus dirasakan oleh seluruh masyarakat agar dapat membuka peluang kehidupan yang lebih sejahtera. 

“Tidak hanya membuat dunia terang, saat ini listrik juga bisa menjadi jendela bagi seluruh lini kehidupan mulai dari pendidikan, kesehatan hingga ekonomi daerah. Sinergi antara PLN dan Kementerian ESDM melalui program BPBL ini menjadi sangat krusial dalam mewujudkan keadilan energi. Bantuan sambung listrik gratis melalui program BPBL ini menjadi bukti komitmen kami bahwa setiap warga negara berhak menikmati terang,” papar Diksi. *** (Rilis)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PT PLN IP UBP Holtekamp Laksanakan Apel Bulan K3 Nasional 2026

21 January 2026 - 23:16 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

PELNI Nabire Antisipasi Super Flu di Jalur Laut

19 January 2026 - 22:47 WIT

Program MBG Tingkatkan Ekonomi Peternak Ayam Lokal di Kepulauan Yapen

19 January 2026 - 20:21 WIT

Cafe Repot, Ruang Kreatif Anak Muda Yapen Berkonsep Kolaborasi Lokal

18 January 2026 - 19:08 WIT

Pelni Serui Layani 6.770 Penumpang Selama Mudik Nataru 2025-2026

15 January 2026 - 21:06 WIT

Trending di BISNIS