KABARPAPUA.CO, Serui – Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) setelah menjalankan pengabdian kepada masyarakat selama lebih dari satu bulan di sejumlah distrik di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Pelepasan mahasiswa KKN berlangsung di Pelabuhan Serui, Rabu, 26 Agustus 2026, yang ditandai penyerahan plakat dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen kepada Wakil Rektor I Universitas Cenderawasih, Dirk Runtuboy.
Sebaliknya, pihak Uncen juga menyerahkan plakat kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama selama pelaksanaan KKN.
Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh mahasiswa KKN beserta dosen pendamping yang telah melaksanakan program pengabdian sejak 21 Juli hingga 26 Agustus 2026.
“Pelaksanaan KKN ini sangat membantu pemerintah daerah dan masyarakat melalui berbagai program kerja, baik fisik maupun nonfisik,” ujar Benyamin.
Menurutnya, selama berada di tengah masyarakat, mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya pemasangan tugu batas wilayah, papan nama jalan lingkungan RT/RW, kegiatan peduli lingkungan, penguatan kegiatan sosial hingga pelayanan di bidang kesehatan.
Benyamin menilai berbagai kegiatan tersebut menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan daerah sekaligus menjadi bentuk kontribusi generasi muda dalam membantu masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen. Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar tetap menjaga nama baik almamater dan daerah setelah kembali dari lokasi pengabdian.
“Saya berharap karya pengabdian bagi bangsa dan negara ini dapat membawa nama baik almamater maupun mahasiswa KKN di mata masyarakat. Saya juga berpesan agar hasil kerja yang telah dilakukan dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh masing-masing wilayah,” katanya.

Wakil Rektor I Universitas Cenderawasih, Dirk Runtuboy, mengatakan pelepasan mahasiswa KKN bukan sekadar penarikan mahasiswa dari lokasi pengabdian, tetapi menjadi momentum untuk menutup satu tahapan sekaligus membuka perjalanan baru.
“Mahasiswa datang ke Kabupaten Kepulauan Yapen bukan hanya membawa buku dan teori, tetapi membawa semangat untuk belajar dari masyarakat dan bekerja bersama masyarakat,” ujar Dirk.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, pemerintah distrik, kelurahan dan kampung, serta tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama yang telah menerima mahasiswa Uncen selama menjalankan KKN.
Dirk menegaskan, bagi Universitas Cenderawasih, KKN bukan hanya kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
“Di Kabupaten Kepulauan Yapen, mahasiswa belajar bahwa membangun Papua tidak cukup hanya dengan pengetahuan, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kerendahan hati. Tidak cukup hanya dengan program, tetapi membutuhkan kehadiran dan kerja sama,” katanya.
Ia berharap pengalaman mahasiswa selama berada di Yapen tidak berhenti setelah mereka meninggalkan lokasi pengabdian. Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat, kehidupan kampung, serta kekayaan daerah diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Papua.
“Semoga pengalaman di Yapen tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan tempat ini, tetapi menjadi jejak di hati mahasiswa dan menjadi bagian dari panggilan untuk turut membangun Papua,” pungkasnya. ***(Ainun Faathirjal)




















