KABARPAPUA.CO, Serui – Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit 19 Kepulauan Yapen mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul kondisi cuaca panas yang terjadi di sejumlah wilayah Kepulauan Yapen.
“Masyarakat, khususnya yang melakukan aktivitas pembukaan dan pengelolaan lahan diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, serta memastikan api benar-benar padam setelah kegiatan selesai,” jelas Kepala KPHP Kabupaten Kepulauan Yapen, Habib Oropa, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut Habib, kondisi cuaca yang cukup panas dalam beberapa waktu terakhir perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi masyarakat yang setiap hari melakukan aktivitas di kawasan hutan.
Habib juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap sepele sumber api kecil yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk puntung rokok maupun sisa pembakaran yang ditinggalkan begitu saja.
Dalam kondisi cuaca panas dan kering, kata Habib, api kecil dapat dengan cepat merambat dan meluas apabila tidak segera ditangani. “Masyarakat yang melihat adanya kebakaran atau indikasi munculnya titik api, segera melaporkannya kepada aparat setempat,” katanya.
“Kalau terjadi kebakaran atau ditemukan adanya indikasi kebakaran, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat dilakukan penanganan awal sebelum api meluas,” kata Habib menambahkan.
Habib menegaskan, masyarakat tidak boleh menganggap kebakaran sebagai persoalan biasa. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerusakan terhadap kawasan hutan.
“Jangan dianggap sepele atau dibiarkan begitu saja karena bisa menyebabkan kebakaran hutan yang meluas. Ini yang perlu kita perhatikan bersama agar daerah dan hutan kita tetap terjaga serta terhindar dari kebakaran,” ujarnya.
Menurut Habib, wilayah Kepulauan Yapen pada dasarnya memiliki potensi kerawanan kebakaran, terutama di lokasi-lokasi yang menjadi tempat masyarakat melakukan aktivitas pembukaan dan pengelolaan lahan.
“Karena itu, seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran. Kami di Yapen, daerah yang rawan kebakaran lebih banyak berada di lokasi-lokasi masyarakat melakukan aktivitas pembukaan lahan,” katanya. ***(Ainun Faathirjal)




















