KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Demam Piala Dunia di kawasan Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua disulap menjadi panggung persatuan yang penuh kehangatan dan jiwa nasionalisme.
Kolaborasi apik antara Barisan Merah Putih (BMP) Kota Jayapura dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BMP Provinsi Papua sukses menggelar aksi konvoi kendaraan bermotor yang unik yang melibatkan ribuan warga Kota Jayapura. Acara ini berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari basis fans fanatik berbagai tim nasional dunia hingga masyarakat adat lokal.

piala dunia dengan balutan nasionalisme di Kota Jayapura. Foto: Katharina/KabarPapua
Kemeriahan konvoi memperlihatkan pemandangan langka. Bendera-bendera negara sepak bola dunia bersanding harmonis dengan bendera Merah Putih.
Asisten II Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Jayapura Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Abdul Majid, yang membuka langsung kegiatan ini menyampaikan, sepak bola adalah pemersatu yang ampuh.

“Bola ini olahraga yang mempersatukan semua suku bangsa. Buktinya, dari berbagai ragam fans pendukung piala dunia bisa bergabung di kegiatan konvoi hari ini. Ada fans fanatik tim Belanda dan Jerman yang [negaranya] sudah pulang duluan, tapi mereka tetap bersatu dalam konvoi ini,” kata Abdul Majid, Rabu 1 Juli 2026.
Pemerintah Kota Jayapura memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Terlebih, acara tidak hanya sekadar hura-hura, tetapi juga dibarengi dengan aksi kemanusiaan seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah.

“Ini adalah kegiatan sosial yang perlu didukung oleh kita semua, oleh lembaga mana saja. Kami salut dengan keluarga besar Barisan Merah Putih Republik Indonesia Kota Jayapura,” tambahnya.
Gerakan Serentak
Ardhi, fans berat Argentina mengaku senang dengan kegiatan yang digagas BMP di Kota Jayapura. Dia mengaku selama ini masing-masing fans piala dunia di Kota Jayapura tak pernah saling tergabung dalam konvoi kendaraan. Namun BMP menyatukan para fans ini. “Ini kegiatan menarik dan justru membuat kekuatan demam piala dunia makin dipersatukan oleh keberagaman di Kota Jayapura,” kata Ardhi.
Sekretaris Jenderal BMP, Ali Kabiyai menjelaskan aksi serupa juga digelar pada 6 lokasi berbeda di Tanah Papua, di antaranya Sorong, Merauke, dan Manokwari. Namun, Jayapura memegang peran krusial.

Foto: Katharina/Kabarpapua.co
“Kota Jayapura adalah barometer dalam keamanan di Papua. Kami berharap masyarakat di Kota Jayapura mendukung program pemerintah yang dilaksanakan di Tanah Papua,” jelas Ali Kabiyai.
Tak sekadar konvoi dan donor darah, kepedulian sosial BMP juga menyentuh akar rumput. Dalam momen tersebut, bantuan sosial disalurkan kepada mama-mama janda, pedagang pinang, hingga penyandang disabilitas.
“Mari kita bergandengan tangan untuk keamanan di Tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura. Dengan keamanan yang kondusif, ekonomi kerakyatan membaik, investasi dan daya beli di Kota Jayapura juga meningkat,” ajak Ali.

Sementara itu, Ketua BMP Kota Jayapura, Bobby Awi menyampaikan acara ini merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat. “Di dalam perbedaan memilih negara jagoan di Piala Dunia, kita tetap bersatu sebagai warga Kota Jayapura, termasuk dalam mengawal pembangunan dan menjaga kondusifitas kota,” tegas Bobby.
Acara ini juga dimeraihkan dengan kehadiran tarian adat dari masyarakat Skow dan Nafri yang tampil memukau berhasil menutup acara dengan penuh sukacita, sekaligus menjadi bukti bahwa di atas semua perbedaan lapangan hijau, adat dan persatuan bangsa tetap menyala di ufuk timur Indonesia. *** (Katharina)


















