KABARPAPUA.CO, Jakarta– Masa produktif sering kali membuat perhatian tertuju pada hal-hal yang ada di depan mata, mulai dari cicilan tempat tinggal, ongkos transportasi, biaya pendidikan anak, hingga godaan gaya hidup mingguan. Semuanya terasa mendesak untuk dipenuhi sekarang.
Akibatnya, dana pensiun selalu ditumpuk di urutan paling bawah daftar prioritas. “Nanti saja, kan masih lama,” pikir kita.
Padahal, waktu berjalan cepat. Ketika hari itu tiba dan kita tak lagi aktif bekerja, penghasilan rutin boleh jadi berhenti, tetapi tagihan kebutuhan hidup tidak pernah ikut pensiun.
Menyiapkan masa depan bukan soal seberapa besar nominal yang disisihkan hari ini, melainkan soal konsistensi dan memulai lebih awal. Dengan mencicilnya sejak masih berpenghasilan rutin, kita bisa menyusun masa tua yang tenang secara bertahap, tanpa perlu terengah-enggah saat waktunya sudah semakin dekat.
Persiapkan Dana Pensiun
Menyiapkan dana pensiun tidak harus dimulai dengan jumlah besar. Seseorang dapat menyisihkan dana secara bertahap sesuai kemampuan. Langkah ini juga dapat membantu membangun kebiasaan mengalokasikan sebagian penghasilan untuk kebutuhan jangka panjang.
Dana untuk masa pensiun idealnya dipisahkan dari uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan begitu, dana yang sudah disiapkan tidak mudah terpakai untuk keperluan lain.
Untuk membantu mempersiapkannya, masyarakat dapat memanfaatkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Layanan ini memungkinkan peserta menyisihkan dana secara bertahap untuk digunakan saat memasuki masa pensiun. Adapun salah satu layanan DPLK yang bisa jadi pertimbangan adalah BRI DPLK.
Buka BRI DPLK secara mudah melalui BRImo
BRI DPLK dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menyiapkan dana pensiun secara terpisah dari kebutuhan sehari-hari.
Pembukaan BRI DPLK dapat dilakukan secara digital kapan saja dan di mana saja melalui superapp BRImo. Nasabah cukup membuka aplikasi BRImo lalu memilih menu Investasi dan masuk ke BRI DPLK. Selanjutnya, pilih Buka DPLK dan lengkapi data yang dibutuhkan hingga pembukaan selesai.
Untuk membantu menyisihkan dana pensiun secara mudah dan rutin, tanpa perlu melakukan transaksi secara manual, nasabah dapat mengaktifkan fitur Autopayment.
Bonus saldo
BRI menghadirkan program bonus saldo BRI DPLK sebesar Rp 81.000 yang berlaku hingga Rabu 30 September 2026. Untuk dapat mengikuti program tersebut, nasabah perlu mengaktifkan fitur Autopayment bulanan minimal Rp 100.000. Selain itu, saldo BRI DPLK juga harus terakumulasi minimal Rp 100.000 hingga dua bulan setelah periode program berakhir.
Program tersebut berlaku untuk satu customer information file (CIF) BRI DPLK, dengan pemberian reward dilakukan setelah seluruh syarat dan ketentuan terpenuhi serta proses rekonsiliasi selesai.
Dengan demikian, bonus tidak diberikan secara otomatis hanya dengan membuka BRI DPLK. Bonus akan diberikan setelah nasabah memenuhi seluruh syarat dan ketentuan program serta proses rekonsiliasi selesai.
Menyiapkan kebutuhan setelah tidak lagi aktif bekerja memang membutuhkan proses panjang. Namun, persiapannya dapat dimulai ketika penghasilan masih rutin diterima. Informasi selengkapnya mengenai BRI DPLK dapat diakses melalui bbri.id/bonusdplk. (*)




















