Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR JAYAWIJAYA · 22 Mar 2024 15:24 WIT

2 Hari Terendam Banjir, Warga Kampung Pumo Jayawijaya Kelaparan


					Honai warga di Kampung Pumo, Distrik Silo Karno Doga, Kabupaten Jayawijaya terendam banjir. (KabarPapua.co/Stefanus Tarsi) Perbesar

Honai warga di Kampung Pumo, Distrik Silo Karno Doga, Kabupaten Jayawijaya terendam banjir. (KabarPapua.co/Stefanus Tarsi)

KABARPAPUA.CO, Wamena – Banjir melanda Kampung Pumo, Distrik Silo Karno Doga, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Banjir  terjadi karena curah hujan tinggi sejak Rabu 20 Maret 2024.

Musibah ini menyebabkan warga mengungsi ke dataran tinggi selama 2  hari. Sebagian besar warga mengalami kelaparan, karena kebun rusak hingga gagal panen terendam banjir.

Seorang Tokoh Kampung Pumo, Eligius Mabel mengatakan sejumlah honai atau rumah adat di Kampung Pumoterjadi terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu meter.

“Sebagian warga  mengunsi menyebarang kali menggunakan perahu ke tempat dataran yang lebih tinggi.  Sementara sebagian warga memilih untuk bertahan menjaga rumah,” terang Eligius, Jumat 22 Maret 2024.

Honai warga di Kampung Pumo, Distrik Silo Karno Doga, Kabupaten Jayawijaya terendam banjir. (KabarPapua.co/Stefanus Tarsi)

Menurut Eligius, banjir sudah merendam perkampung selama 2 hari 2 malam, karena meluapnya Sungai Baliem serta tingginya curah hujan. Dia bahkan menyebut air yang merendam honai tidak kunjung surut.

“Banjir juga terjadi di kampung tetangga dan hampir semua kampung yang berada di bantaran Suangi Baliem di DistriK Silo Karno Doga terendam banjir,” kata Eligius.

Eligius menyebut, warga tengah mengalami kelaparan, karena kebun rusak tersapu banjir. Sementara pemerintah daerah belum datang memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir.

“Petugas dari pemerintah Kabupaten Jayawijaya belum ada yang datang tinjau atau membantu masyarakat terdampak banjir. Masyarakat menderita kelaparan lantaran kebun rusak,” ungkapnya. *** (Stefanus Tarsi)

Artikel ini telah dibaca 380 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Konflik Dua Kelompok Menemui Titik Terang Menuju Perdamaian

21 January 2026 - 13:56 WIT

Dukung Publikasi Liga 4, Diskominfo Jayawijaya Terima Audiensi PSSI Papua Pegunungan

20 January 2026 - 13:27 WIT

Wamena Menuju Smart City: Lobi Strategis Bupati Jayawijaya Membuahkan Hasil Nyata

16 January 2026 - 12:26 WIT

Wapres Gibran Borong Hasil Bumi di Pasar Putikelek dan Pastikan Gizi MBG di Wamena

14 January 2026 - 22:21 WIT

Momen Wapres Gibran Menang Main Bola di Wamena hingga Menyesap Nikmatnya Kopi Lokal

13 January 2026 - 23:28 WIT

Perdana ke Wamena, Wapres Gibran Dijadwalkan Menginap Satu Malam

13 January 2026 - 15:31 WIT

Trending di KABAR JAYAWIJAYA