Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 20 Mar 2024 16:23 WIT

Kick Off Serambi 2024, BI Papua Jamin Ketersediaan Uang Layak Edar


					BI Papua saat meluncurkan Kick Off Serambi 2024 di Kota Jayapura, Rabu 20 Maret 2024. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

BI Papua saat meluncurkan Kick Off Serambi 2024 di Kota Jayapura, Rabu 20 Maret 2024. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua meluncurkan Kick Off Semarak Rupiah Ramdan dan Berkah Idul Fitri atau Serambi, Rabu 20 Maret 2024.

Peluncuran berlangsung di Lapangan Otonom Kotaraja Jayapura. Adapun tema Kick Off Serambi 2024 yakni Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Berkah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua, Faturachman mengatakan, kegiatan ini adalah upaya BI Papua bersinergi menjaga ketersediaan uang rupiah dalam mendukung stabilitas perekonomian saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Selain itu, Kick Off Serambi juga menjadi upaya BI Papua dalam menjaga ketersediaan pasokan bahan makanan dalam rangka mendukung pengendalian inflasi di Papua saat momen HKBN.

“Momen HBKN, terutama pada Idul Fitri, biasanya dengan mendorong peningkatan perputaran roda perekonomian di masyarakat. Karena terjadi peningkatan aktivitas arus barang dan jasa,” ujarnya.

Faturachman menyebut peningkatan arus barang ditandai dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga, seperti pangan dan pakaian. Sementara peningkatan permintaan jasa, tercermin dari kenaikan mobilitas masyarakat (arus mudik) selama periode Idul Fitri.

THR Ikut Mendorong Permintaan Uang di Masyarakat

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua, Faturachman disela-sela peluncuran Kick Off Serambi 2024 di Kota Jayapura, Rabu 20 Maret 2024. (KabarPapua.co/Imelda)

Menurut dia, meningkatnya pengeluaran masyarakat turut mendorong peningkatan permintaan barang dan jasa. Dia mencontohkan  THR yang cenderung mendorong peningkatan permintaan uang di masyarakat.

“BI Papua bersama Perbankan di wilayah Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan terus berkomitmen untuk memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar dengan jumlah dan pecahan yang sesuai kebutuhan masyakat,” kata Faturachman.

Serambi 2024 akan dirangkai dengan edukasi rupiah melalui tiga pilar yaitu Cinta, Bangga dan Paham Rupiah. Hal ini bertujuan agar masyarakat semakin mencintai dengan merawat rupiah secara baik.S

Selain itu, lanjut Faturachman, bangga menggunakan rupiah di setiap transaksi di wilayah NKRI. Kemudian juga paham menggunakan uang rupiah dengan bijak atau digunakan sesuai keperluan.

Faturachman menyakini inflasi di Papua dapat terus terjaga sesuai rentang sasasan nasional di level 2,5 persen+1 melalui strategi 4k. Adapun strategi 4K yakni Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi dan Komunikasi yang efektif,  terutama bijak berbelanja sesuai kebutuhan alias tidak panic buying.

“Kami berharap Serambi 2024 dapat melengkapi kebahagiaan masyarakat di bulan Ramadan dan menyambut Idul Fitri. Salah satunya dengan menghadirkan uang layak edar dalam jumlah dan pecahan yang sesuai kebutuhan melalui layanan kas prima,” tututpnya. *** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 131 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PT PLN IP UBP Holtekamp Laksanakan Apel Bulan K3 Nasional 2026

21 January 2026 - 23:16 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

PELNI Nabire Antisipasi Super Flu di Jalur Laut

19 January 2026 - 22:47 WIT

Program MBG Tingkatkan Ekonomi Peternak Ayam Lokal di Kepulauan Yapen

19 January 2026 - 20:21 WIT

Cafe Repot, Ruang Kreatif Anak Muda Yapen Berkonsep Kolaborasi Lokal

18 January 2026 - 19:08 WIT

Pelni Serui Layani 6.770 Penumpang Selama Mudik Nataru 2025-2026

15 January 2026 - 21:06 WIT

Trending di BISNIS