Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 31 Oct 2026 13:02 WIT

Awasi Distribusi Beras Subsidi, Bulog Papua Turun ke Pasar Hamadi Jayapura


					Bulog Papua sidak ke Pasar Hamadi Jayapura, antisipasi pengoplosan beras SPHP. Foto: Imelda/KabarPapua.co Perbesar

Bulog Papua sidak ke Pasar Hamadi Jayapura, antisipasi pengoplosan beras SPHP. Foto: Imelda/KabarPapua.co

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura- Perum Bulog Kantor Wilayah Papua memperketat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna mencegah penyalahgunaan hingga praktik pengoplosan beras bersubsidi.

Langkah tersebut dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Chaerul Mazhar, di Pasar Sentral Hamadi, Kota Jayapura, Sabtu 31 Oktober 2026.

Sidak ini menyusul mencuatnya kasus penyalahgunaan beras SPHP dalam skala besar di Pulau Jawa yang menjadi perhatian nasional. Kondisi tersebut mendorong Bulog memperkuat pengawasan sekaligus membangun koordinasi dengan para pedagang dan pengecer.

Chaerul Mazhar mengatakan, pengawasan distribusi SPHP menjadi perhatian serius karena beras tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yang menggunakan uang negara. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi harus memahami tanggung jawab masing-masing.

Bulog Papua sidak ke Pasar Hamadi Jayapura, antisipasi pengoplosan beras SPHP. Foto: Imelda/KabarPapua.co

“Di setiap karung itu ada uang negara. Jadi memang kita harus pahami bahwa pengawasan ini bukan hanya tugas Bulog, tetapi juga teman-teman pengecer,” ujarnya.

Menurut Chaerul, hasil pemantauan terhadap sejumlah toko dan pedagang di Jayapura menunjukkan distribusi beras SPHP sejauh ini berjalan dengan baik. Beras yang diterima pedagang dari Bulog langsung dijual kepada konsumen akhir.

Namun, untuk memperkuat pengawasan dan memastikan beras tidak kembali disalahgunakan, Bulog meminta pedagang menggunting bagian ujung karung SPHP setelah beras dibeli konsumen.

Langkah tersebut menjadi penanda bahwa beras telah sampai kepada pengguna akhir sekaligus mencegah karung digunakan kembali dalam praktik yang tidak sesuai ketentuan.

“Begitu dibeli konsumen akhir, pastikan karungnya digunting. Kalau sudah digunting, tugas kita sebagai pengecer sudah selesai. Kita sudah buktikan bahwa beras dijual sesuai harga dan tidak melebihi ketentuan,” jelasnya.

Di sisi lain, Chaerul memastikan pasokan beras SPHP untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jayapura tetap tersedia. Bulog menyiapkan sekitar 35 hingga 50 ton beras kemasan lima kilogram setiap hari untuk mendukung kelancaran distribusi.

Ia berharap pengawasan dan kerja sama antara Bulog dengan pedagang dapat terus diperkuat agar penyaluran beras SPHP berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, serta tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan melalui praktik penyimpangan.

Dengan demikian, program stabilisasi pasokan dan harga pangan yang dijalankan pemerintah dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keterjangkauan harga beras di Papua. *** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Membumikan Kemewahan Api Biru di Lapak Kaki Lima

31 October 2026 - 00:19 WIT

Bulog Serui Perkuat Pengawasan SPHP, Pastikan Beras Pemerintah Tepat Sasaran

30 October 2026 - 18:34 WIT

Wujudkan Keadilan Negeri, PLN Sukses Terangi 128 Desa di Pelosok Papua

30 October 2026 - 16:44 WIT

Perkuat Keandalan Listrik dan Keamanan Infrastruktur, PLN Bangun Sinergi dengan Polda Papua Barat Daya

29 October 2026 - 13:24 WIT

HLN Ke-81, PLN Serui Nyalakan Listrik di Empat Kampung dan Hadirkan Promo Tambah Daya 50 Persen

28 October 2026 - 20:38 WIT

Srikandi PLN Peduli Kesehatan Bergerak, Sasar Ibu Hamil dan Anak di Sorong

28 October 2026 - 14:43 WIT

Trending di BISNIS