Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

RAGAM · 24 Oct 2026 19:34 WIT

Makan Puji+ Jadi Panggung Apresiasi Karya Pemuda Papua


					Ilustrasi Makan Puji+ Perbesar

Ilustrasi Makan Puji+

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Selama ini, frasa “Makan Puji” kerap disematkan pada sikap  pamer berlebihan dalam percakapan keseharian di Papua. Namun, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026,  ungkapan “Makan Puji”  bakal bersalin rupa menjadi gerakan apresiasi positif lewat panggung kreativitas

Inisiatif unik hasil kolaborasi Komunitas Colo Sagu dan Polresta Jayapura Kota siap dihelat di Hamadi Creative Space, Kota Jayapura. Ajang ini dirancang khusus untuk memberi ruang bagi anak muda  Papua agar berani mengekspresikan karya, bakat, serta pencapaian terbaik mereka di berbagai bidang.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus Macklarimboen menuturkan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap istilah tersebut.

“Selama ini, istilah Makan Puji sering kali dipersepsikan secara negatif atau menunjukkan kesombongan. Lewat kegiatan Makan Puji+ ini, kita ingin membalikkan pemaknaannya ke arah yang lebih positif. Ini tentang bagaimana memberikan ruang dan apresiasi yang layak bagi pemuda Papua yang berprestasi dan berkarya,” ujar Fredrickus kepada wartawan, Sabtu 24 Oktober 2026.

Melalui Makan Puji+, stigma miring diharapkan terkikis dan berganti menjadi bentuk pengakuan serta rasa bangga atas kontribusi nyata generasi muda Papua bagi lingkungannya.

Menyatu dengan Spirit Pangan Lokal dan Identitas Budaya

Menariknya, Makan Puji+ tak sekadar panggung bakat biasa. Kegiatan ini berpadu erat dengan gerakan kultural Komunitas Colo Sagu yang konsisten mengobarkan semangat kembali ke pangan lokal Papua.

Bagi Komunitas Colo Sagu, mengajak masyarakat mengonsumsi sagu bukan semata-mata urusan isi piring, melainkan upaya menjaga warisan leluhur dan merawat identitas kebangsawanan budaya Papua.

Sagu bukan hanya sumber pangan, tetapi adalah bagian dari identitas, budaya, dan warisan Papua yang harus terus dipelihara. Lewat momentum Sumpah Pemuda ini diharapkan dapat terus  menumbuhkan  kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap pangan lokal.

Kolaborasi antara Kepolisian dan komunitas kreatif ini menjadi angin segar yang menyatukan semangat nasionalisme,kebanggaan identitas lokal, serta pemberdayaan pemuda dalam satu wadah yang adaptif dan inklusif. *** (Katharina/Rls)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kala Kompetisi Manual Brew Tarung Ti3a Regional Papua Menyatukan Keberagaman

24 October 2026 - 18:58 WIT

Warna, Jiwa, dan Ketegaran Perempuan Papua di Ujung Goresan Jeane Marien

23 October 2026 - 22:38 WIT

Seruan Damai MRP: Bersatu Jaga Tanah Papua tetap Kondusif

20 October 2026 - 18:06 WIT

Yapen Freedive Dorong Promosi Wisata Bahari Kampung Sarawandori

11 October 2026 - 15:26 WIT

Promosi Wisata Bahari dan Kuliner Lokal Lewat Festival Sarawandori in Frame

11 October 2026 - 12:00 WIT

Rian Hendrik Apresiasi Festival Arus Ansus, Dorong Jadi Agenda Tahunan

10 October 2026 - 23:54 WIT

Trending di RAGAM