KABARPAPUA.CO, Nabire – Pemilik kedai Komoke Kopi menyambut positif kedainya menjadi salah satu tempat berkumpul dan titik temu bagi para seniman di Papua Tengah, yang mengangkat isu gempa di tanah Nabire.
Kehadiran para seniman itu dinilai memberikan warna tersendiri bagi suasana kedai Komoke Kopi, sekaligus membuka ruang bagi pertukaran ide, kreativitas, dan pengembangan karya seni.
Hanun Biswoyo, pengelola kedai Komoke Kopi mengatakan, tempat ngopi (kedai kopi) tak hanya berfungsi sebagai ruang untuk menikmati kopi, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, serta mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang, khususnya para pelaku seni.
“Kami senang ya, kedai Komoke Kopi dapat terus menjadi ruang terbuka bagi para seniman untuk berdiskusi berbagi gagasan dan melahirkan karya-karya kreatif, yang dapat memperkaya dunia seni,” ujar Hanum, Jumat, 9 Oktober 2026.

Suasana kedai Komoke Kopi di Nabire, Papua Tengah. (KabarPapua.co/Agies Pranoto)
Bagi Hanum, menjadi tempat berkumpulnya para seniman merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Sebab, dari secangkir kopi dan obrolan sederhana, dapat tumbuh ide-ide besar yang berkontribusi bagi perkembangan seni dan budaya di tanah Papua.
Hanum berharap, ruang-ruang kreatif seperti ini semakin banyak hadir di tengah masyarakat, sehingga para seniman memiliki tempat untuk berekspresi, berkolaborasi, dan memperkenalkan karya mereka kepada publik.
“Tentunya tidak hanya sekadar seniman saja, komunitas apapun jika ingin berkegiatan, selagi itu positif, kami terima dengan baik. Semoga muda-mudi kreatif terus maju,” kata Hanum.
Sehingga, kedai kopi tak sekadar menjadi tempat untuk menikmati minuman, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang pertemuan, ruang diskusi, dan rumah kreativitas bagi para seniman Papua. ***(Agies Pranoto)








