KABARPAPUA.CO, Serui – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Serui menyiapkan KM Dobonsolo sebagai kapal pengganti sementara untuk memastikan pelayanan angkutan penumpang di Perairan Serui tetap berjalan selama KM Ciremai menjalani docking tahunan.
Docking kapal adalah proses mengangkat atau memindahkan kapal dari air ke area daratan atau fasilitas khusus bernama galangan kapal (dock/shipyard). Tujuannya untuk melakukan pemeriksaan, perawatan, pembersihan lambung, hingga perbaikan pada bagian bawah kapal yang tak bisa dijangkau saat kapal berada di dalam air.
Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Serui, Whendy Richard Imkotta, mengatakan KM Ciremai saat ini menjalani docking tahunan, sehingga belum dapat melayani rute Serui. “Kapal tersebut diperkirakan kembali beroperasi pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026,” katanya.
Selain KM Ciremai, kata Whendy, KM Dorolonda juga mendapat penugasan lain untuk mendukung pelayanan angkutan laut di wilayah timur maupun Pelabuhan Batam di wilayah barat Indonesia.
“Untuk sementara seharusnya ada dua kapal, Ciremai dan Dorolonda. Namun Ciremai karena jadwal tahunan harus docking, sehingga belum masuk. Direncanakan kembali melayani pada pertengahan atau akhir Oktober,” ujar Whendy, Kamis, 10 September 2026.
Menurut Whendy, sebagai langkah sementara, Pelni menyiapkan KM Dobonsolo untuk melayani rute Manokwari-Biak-Serui-Jayapura. Kapal tersebut direncanakan melakukan dua kali perjalanan.
“Setelah KM Dobonsolo menyelesaikan perjalanan hingga Jayapura, pergantian armada akan kembali disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi operasional Pelni pada akhir bulan,” jelas Whendy.
Selain pelayanan kapal penumpang, kata Whendy, Pelni Cabang Serui juga mendapat penugasan mengoperasikan kapal perintis atau Sabuk Nusantara pada tahun 2026.
Dalam tender tahun ini, Pelni mendapatkan penugasan untuk mengoperasikan lima kapal Sabuk Nusantara dengan homebase di Jayapura dan Biak.
“Tiga kapal yang berbasis di Jayapura yakni KM Sabuk Nusantara 81, KM Sabuk Nusantara 58, dan KM Sabuk Nusantara 100, sementara dua kapal lainnya memiliki homebase di Biak,” terangnya.
Whendy menjelaskan, kapal-kapal tersebut merupakan kapal milik pemerintah yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan pengoperasiannya diberikan kepada operator melalui mekanisme tender.
Menurutnya, Serui hingga kini belum dapat menjadi homebase kapal perintis karena masih terbatasnya fasilitas pendukung, terutama akses transportasi untuk mendukung kebutuhan operasional kapal.
“Kalau kapal mengalami kerusakan atau membutuhkan bantuan, harus ada transportasi yang bisa mengangkut sparepart atau kru. Sementara bandara kita masih kecil, sehingga Serui belum bisa menjadi homebase,” jelasnya.
Selain mengoperasikan lima kapal perintis tersebut, Pelni Cabang Serui juga bertindak sebagai agen KM Sabuk Nusantara 29 dan KM Sabuk Nusantara 94, yang merupakan kapal milik swasta.
Whendy mengatakan, Pelni ditunjuk sebagai agen kedua kapal tersebut karena terdapat sejumlah kelengkapan persyaratan yang belum terpenuhi oleh pihak operator, sehingga pelayanan keagenan dipercayakan kepada Pelni. ***(Ainun Faathirjal)




















