Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 10 Sep 2026 14:21 WIT

Perumdam Kepulauan Yapen: Penemuan Mayat di Bukit Toraja Tak Berkaitan dengan Pemadaman Air


					Direktur Perumda Kabupaten Kepulauan Yapen, Yosias Ambokari. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal) Perbesar

Direktur Perumda Kabupaten Kepulauan Yapen, Yosias Ambokari. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

KABARPAPUA.CO, Serui – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kabupaten Kepulauan Yapen mengimbau masyarakat tak mengaitkan kasus penemuan mayat di kawasan Jalan Hang Tuah, Bukit Toraja, Serui, 7 September 2026 lalu, dengan gangguan pelayanan air minum.

“Perumdam menegaskan kedua peristiwa tersebut tidak memiliki keterkaitan. Penemuan mayat tersebut tak berkaitan dengan gangguan pelayanan air minum di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen,” kata Direktur Perumdam Kabupaten Kepulauan Yapen, Yosias Ambokar, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 9 September 2026.

Menurut Yosias, kasus penemuan mayat tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi atau isu yang mengaitkan kasus tersebut dengan pemadaman air.

“Terkait dengan penemuan mayat yang terjadi pada 7 September di Jalan Hang Tuah, Bukit Toraja, tidak ada kaitannya dengan pemadaman air minum di Kabupaten Kepulauan Yapen. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ujar Yosias.

Papan nama Kantor Perumdam Kabupaten Kepulauan Yapen. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

Ia membenarkan, bahwa jenazah yang ditemukan diketahui berasal dari Kampung Yapan, Distrik Anotaurei. “Namun asal korban tak memiliki hubungan dengan gangguan distribusi air minum yang terjadi di wilayah tersebut,” katanya.

Yosias menjelaskan, gangguan atau pemadaman aliran air dapat terjadi akibat sejumlah faktor teknis. Salah satunya adalah pergantian aliran berdasarkan jadwal pelayanan. Selain itu, kondisi cuaca juga memengaruhi kelancaran distribusi air, terutama ketika terjadi hujan deras yang berpotensi menyebabkan banjir dan mengganggu sistem pelayanan.

“Kalau air padam, masyarakat tidak perlu mengaitkannya dengan kasus penemuan mayat. Pemadaman dapat terjadi karena pergantian aliran sesuai jadwal atau faktor cuaca, seperti hujan deras yang dapat menyebabkan banjir,” jelasnya.

Yosias kembali mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menjadikan sumber resmi Perumdam Kabupaten Kepulauan Yapen sebagai rujukan terkait gangguan maupun pelayanan air minum.

Yosias berharap masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen dapat memperoleh informasi yang benar, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 349 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Esai Foto: Api Biru Jadikan Lapak Kaki Lima Jayapura Tumbuh

31 October 2026 - 00:19 WIT

Bulog Serui Perkuat Pengawasan SPHP, Pastikan Beras Pemerintah Tepat Sasaran

30 October 2026 - 18:34 WIT

Wujudkan Keadilan Negeri, PLN Sukses Terangi 128 Desa di Pelosok Papua

30 October 2026 - 16:44 WIT

Perkuat Keandalan Listrik dan Keamanan Infrastruktur, PLN Bangun Sinergi dengan Polda Papua Barat Daya

29 October 2026 - 13:24 WIT

HLN Ke-81, PLN Serui Nyalakan Listrik di Empat Kampung dan Hadirkan Promo Tambah Daya 50 Persen

28 October 2026 - 20:38 WIT

Srikandi PLN Peduli Kesehatan Bergerak, Sasar Ibu Hamil dan Anak di Sorong

28 October 2026 - 14:43 WIT

Trending di BISNIS