KABARPAPUA.CO, Wamena — Staf Ahli Bupati Jayawijaya, Natalis Mumpu membuka kegiatan Pelatihan Wirausaha Muda Pemula Kabupaten Jayawijaya Tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Kabupaten Jayawijaya.
Kegiatan ini digelar di Gedung Sekolah Minggu Betlehem, Wamena, Rabu, 9 September 2026. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga hari tersebut diikuti sebanyak 35 peserta dari kalangan pemuda dan pemudi Kabupaten Jayawijaya.
Saat ditemui usai membuka kegiatan, Natalis Mumpu menyampaikan apresiasi kepada Disorda Kabupaten Jayawijaya yang telah melaksanakan kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah mendorong generasi muda mengembangkan potensi dan kemandirian melalui kewirausahaan.
Menurut Natalis, pelatihan tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan selama tiga hari, tetapi harus menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, bapak bupati dan wakil bupati menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh peserta. Kegiatan ini bukan selesai hari ini, tetapi harus dilanjutkan dengan pengembangan usaha,” ujar Natalis.
Menurutnya, generasi muda di Papua Pegunungan memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda-beda. Karena itu, potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui usaha yang produktif dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Ia juga menegaskan, Pemkab Jayawijaya akan terus memberikan motivasi dan dorongan kepada generasi muda yang memiliki kemauan untuk berwirausaha, baik melalui dukungan moral maupun material sesuai dengan program pemerintah daerah.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius dan memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha masing-masing. Anak-anak muda di Papua Pegunungan memiliki potensi yang berbeda-beda, sehingga harus terus semangat mengembangkan usaha yang sudah berjalan maupun yang akan dimulai,” katanya.

Plt Kepala Disorda Kabupaten Jayawijaya Narson Wetipo mengatakan, kegiatan tersebut secara khusus diarahkan untuk mendorong pemuda dan pemudi agar mampu mengembangkan potensi serta usaha yang mereka miliki.
Narson menjelaskan, pemerintah melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha dan UMKM. “Kami turut mengambil bagian dengan memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan wirausaha muda,” katanya.
Menurut Narson, banyak OPD lain yang juga memiliki kegiatan UMKM untuk mendorong masyarakat mengembangkan usahanya. “Disorda Kabupaten Jayawijaya juga tak ketinggalan dengan mendorong wirausaha muda, khususnya pemuda-pemudi yang ada di Kabupaten Jayawijaya,” ujarnya.
Narson mengatakan, peserta pelatihan memiliki berbagai jenis usaha, di antaranya kios, madu, kopi, peternakan, serta berbagai bidang usaha lainnya. Pemerintah tidak membatasi jenis usaha yang dikembangkan, tetapi memberikan ruang kepada peserta untuk mengembangkan potensi sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.
“Kami harap melalui kegiatan pelatihan ini, peserta dapat mengambil pengetahuan dan pengalaman yang diberikan, kemudian mengembangkannya di tempat masing-masing. Tujuan kami adalah agar pemuda bisa mandiri dan mengembangkan usaha mereka,” katanya.
Menurut Narson, selain mendapatkan pelatihan, peserta juga akan memperoleh dukungan modal usaha, modal tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi peserta untuk mengembangkan usaha yang telah dijalankan maupun memulai usaha baru.
“Pemberian bantuan modal akan diikuti proses pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan usaha peserta. Kami akan monitor usaha mereka masing-masing, apakah benar-benar dikembangkan atau tidak dengan modal yang kami berikan,” jelasnya.
Kegiatan Pelatihan Wirausaha Muda Pemula Kabupaten Jayawijaya Tahun 2026 dilaksanakan hingga Jumat dan seluruh pembiayaannya dari dana otonomi khusus. Pemkab Jayawijaya berharap semakin banyak pemuda jadi pelaku usaha mandiri, produktif, dan berdaya saing. ***(Agris Wistrijaya)




















