KABARPAPUA.CO, Jayapura — PT PLN (Persero) menyalurkan bantuan kemanusiaan guna meringankan beban keluarga korban musibah kebakaran di kawasan Dok V Bawah, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua.
Hal ini disampaikan Irfan Djabar selaku Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, dalam pernyataan tertulisnya kepada media di Papua, Sabtu, 5 September 2026.
Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, bantuan logistik dan infrastruktur darurat diserahkan langsung di posko pengungsian pada Rabu, 2 September 2026 sebagai wujud nyata kepedulian insan PLN terhadap masyarakat terdampak.
Musibah kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah warga ini terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026 lalu. YBM PLN mendistribusikan paket bantuan menyeluruh guna menjamin kebutuhan dasar warga di tenda darurat.

Bantuan meliputi pakaian layak pakai, kebutuhan khusus balita, beras, telur, gula, teh, bumbu masak, peralatan makan, hingga peralatan masak untuk mendukung operasional dapur umum.
Selain bantuan logistik, PLN turut memasang lampu sorot di empat titik strategis. Infrastruktur penerangan ini difungsikan untuk memfasilitasi aktivitas warga dan petugas yang masih terus melakukan pembersihan serta evakuasi di lokasi bekas kebakaran.
Bantuan tersebut disambut haru oleh para pengungsi. Miskar (57), salah seorang korban kebakaran dari RT 02/RW 01, Dok V Bawah, mengaku penyaluran logistik dari YBM PLN sangat membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal.
“Kami sangat bersyukur kepedulian dari PLN. Saat kebakaran, semua barang kami habis. Yang selamat hanya pakaian di badan. Alhamdulillah, bantuan ini penuhi kebutuhan dasar sehari-hari, khususnya keperluan dapur. Semoga para muzaki PLN senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan, serta Allah SWT membalas dengan sebaik-baik balasan,” tutur Miskar.
General Manager PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menjelaskan, sumber dana bantuan berasal dari zakat yang disisihkan dari penghasilan para pegawai PLN setiap bulannya.

“Melalui wadah YBM, dana tersebut disalurkan tepat sasaran sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial pegawai terhadap masyarakat yang tertimpa musibah,” kata Roberth dalam siaran persnya.
Menurut Roberth, di samping menjalankan tugas utama dalam mengamankan pasokan listrik di lokasi terdampak, insan PLN juga ingin hadir di sisi kemanusiaan. Prioritasnya adalah memastikan kebutuhan dapur pengungsi terjamin.
“Kami berharap kehadiran PLN tidak sekadar memberikan penerangan, tetapi juga mampu meringankan beban dan menguatkan langkah saudara-saudara kita di Dok V Bawah,” kata Roberth menambahkan.
Musibah menimpa warga Dok V Bawah adalah duka bersama. Kehadiran PLN di tengah pengungsian ini bukan sekadar wujud tanggung jawab sosial, tapi bentuk dukungan moral bagi masyarakat terdampak. PLN berharap bantuan ini mampu menyalakan semangat dan harapan warga, agar perlahan bangkit dan menata kembali kehidupan baru. ***(Siaran Pers)




















